Tragis! Setelah 3 Hari Pencarian, Jasad 2 Nelayan Hilang Cianjur Ditemukan di Pantai Selatan
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad dua nelayan muda yang dilaporkan hilang di perairan Pantai Cidamar, Cianjur, setelah perahu mereka terbalik. Pencarian intensif ini mengakhiri penantian keluarga atas Nelayan Hilang Cianjur.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur berhasil menemukan jasad dua nelayan muda, Angga (19) dan Haikal (19), yang dilaporkan hilang di perairan Pantai Cidamar, Cianjur, Jawa Barat. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif selama tiga hari sejak perahu yang mereka tumpangi terbalik pada Kamis lalu, membawa sedikit kelegaan bagi keluarga.
Kedua jasad ditemukan di pinggir pantai, sekitar tiga kilometer dari lokasi awal penemuan perahu yang nahas tersebut. Tragedi ini menyelimuti warga Kecamatan Cidaun, tempat asal kedua korban, dengan duka mendalam dan menjadi sorotan di wilayah pesisir selatan Cianjur yang rawan kecelakaan laut.
Kasat Polairud Polres Cianjur AKP Asep Machfud mengonfirmasi penemuan tersebut pada Sabtu, setelah upaya pencarian yang melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi. Insiden ini menjadi pengingat akan bahaya melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan pentingnya kewaspadaan bagi para nelayan.
Kronologi Penemuan Jasad Nelayan Hilang Cianjur
Jasad Haikal (19) menjadi yang pertama ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu pagi. Penemuan ini terjadi di pinggir pantai, berjarak sekitar tiga kilometer dari titik awal penemuan perahu nelayan yang terbalik di perairan Pantai Cidamar, Kecamatan Cidaun.
Beberapa jam kemudian, jasad Angga (19) juga berhasil ditemukan di area pesisir pantai oleh nelayan setempat yang turut membantu pencarian. Keduanya adalah warga Kecamatan Cidaun, Cianjur, yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut.
Setelah penemuan, jasad Angga dan Haikal langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Keluarga korban memutuskan untuk tidak melakukan visum di rumah sakit, menunjukkan penerimaan mereka atas musibah yang menimpa kedua pemuda tersebut dan ingin segera mengurus proses pemakaman.
Operasi Pencarian Intensif Tim SAR Gabungan di Pantai Selatan
Proses pencarian terhadap dua nelayan yang hilang di perairan Cianjur ini melibatkan tim SAR gabungan yang solid dan terkoordinasi. Sebanyak 33 personel dari Satpolairud, Polsek Sindangbarang, TNI AL, Basarnas, Damkar, Satpol PP, Retana, RAPI, dan kelompok nelayan setempat dikerahkan secara maksimal.
Pencarian difokuskan dengan menyisir pesisir pantai dari area Tambak Piring hingga Pantai Ciujung, mencakup jarak lebih dari tiga kilometer. Upaya ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan tidak ada area yang terlewatkan dalam mencari keberadaan korban di sepanjang garis pantai.
Kepala SAR Kabupaten Cianjur, Andhika Zein, menjelaskan bahwa tim dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka melakukan penyusuran di tengah laut dan menyisir pantai dengan radius yang diperluas dari lokasi penemuan perahu yang terbalik, mengingat kondisi perairan Pantai Selatan yang dinamis.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan petugas di wilayah perairan Sukabumi dan Garut untuk memperluas jangkauan pencarian. Hal ini penting mengingat gelombang tinggi di Pantai Selatan yang diduga kuat menyeret tubuh nelayan lebih jauh dari lokasi awal perahu terbalik, sehingga mempercepat penemuan Nelayan Hilang Cianjur dan memastikan semua kemungkinan tercover.
Sumber: AntaraNews