Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan seorang pemuda bernama Putra (22) yang sebelumnya terseret ombak di Pantai Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian intensif. Peristiwa nahas ini terjadi saat korban berenang bersama rekannya.
Putra, warga Jalan Praja Dalam G1 RW 05, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dilaporkan hilang pada Sabtu (26/6) sekitar pukul 16.30 WIB. Ia terseret arus kuat ketika sedang berenang di kawasan pantai tersebut. Rekannya, Bilal (18), berhasil diselamatkan berkat pertolongan masyarakat pesisir setempat.
Penemuan jasad Putra pada Minggu (28/6) pukul 17.20 WIB menandai berakhirnya operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur. Lokasi penemuan sekitar 200 meter dari titik kejadian awal. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Advertisement
Advertisement
Kecelakaan laut yang menimpa Putra terjadi pada sore hari Sabtu (26/6) saat ia menikmati waktu di Pantai Cihara. Gelombang tinggi dan arus kuat menjadi faktor penyebab korban terseret ke tengah laut. Rekannya, Bilal, beruntung dapat diselamatkan oleh warga sekitar.
Menanggapi laporan kehilangan, Tim SAR gabungan segera melancarkan operasi pencarian. Upaya ini melibatkan penyisiran area pantai dan laut di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan secara intensif selama dua hari penuh, dengan harapan menemukan korban.
Setelah pencarian yang tidak kenal lelah, Tim SAR akhirnya menemukan Putra pada hari kedua operasi. Lokasi penemuan berada pada koordinat 6°50'47.16" LS dan 106°04'09.22" BT. Jasad korban kemudian dibawa ke Posko SAR untuk identifikasi lebih lanjut.
Advertisement
Setelah proses identifikasi dan serah terima kepada keluarga, jenazah Putra dibawa ke RSUD Malingping. Langkah ini dilakukan untuk penanganan medis sebelum akhirnya dimakamkan. Dengan penemuan ini, operasi SAR dinyatakan resmi ditutup.
Advertisement
Operasi SAR pencarian korban terseret ombak di Pantai Cihara melibatkan sinergi berbagai pihak. Unit Siaga SAR Lebak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI) Cihara, Koordinator Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kecamatan Cihara, Kepolisian Sektor (Polsek) Panggarangan-Cihara, Unit Komando Distrik Militer (Kodim), serta Pemerintah Desa Cihara turut berpartisipasi.
Peralatan canggih dan memadai digunakan untuk mendukung kelancaran operasi pencarian. Tim SAR dilengkapi dengan Rescue Car, Rubber Boat, peralatan SAR air, serta alat komunikasi. Perlengkapan medis dan pendukung lainnya juga disiapkan untuk situasi darurat.
Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat. Ia menekankan perlunya kewaspadaan tinggi saat beraktivitas di kawasan pantai. Terutama ketika kondisi gelombang dan arus laut berpotensi membahayakan keselamatan.
Advertisement
Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi setiap imbauan keselamatan dari petugas di lapangan. Hal ini penting guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Keselamatan pengunjung pantai menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak terkait.
Sumber: AntaraNews