Pria Lansia Terseret Arus Sungai Kajuara Bone Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan berhasil menemukan Saide (72), pria lansia yang terseret arus deras Sungai Kajuara Bone, dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian intensif.
Seorang pria lansia bernama Saide (72) ditemukan meninggal dunia di anak Sungai Kajuara, Desa Ujung Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (6/6). Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan selama dua hari terakhir. Korban dilaporkan hilang setelah terseret arus deras sungai saat menyeberang pulang dari sawahnya.
Insiden tragis ini terjadi pada Kamis (4/6) sekitar pukul 10.00 WITA, ketika Saide berupaya menyeberangi sungai usai beraktivitas di sawah. Debit air sungai tiba-tiba meningkat drastis dengan kekuatan arus yang sangat deras, diduga kuat akibat luapan air pegunungan setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Pihak keluarga dan aparat desa setempat telah berupaya melakukan pencarian awal pada hari kejadian, namun tidak membuahkan hasil. Oleh karena itu, kepala desa segera melaporkan insiden ini dan meminta bantuan pencarian kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar untuk penanganan lebih lanjut.
Upaya Pencarian Intensif Tim SAR Gabungan
Laporan resmi mengenai hilangnya Saide diterima oleh Basarnas pada Jumat (5/6) sekitar pukul 11.30 WITA, yang disampaikan langsung oleh Kepala Desa Ujung Tanah. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas segera melakukan koordinasi erat dengan Tim Pos SAR Bone untuk melancarkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bersama tim gabungan.
Pada hari kedua operasi pencarian, tim dibagi menjadi beberapa Satuan Regu Penolong (SRU) guna mengoptimalkan cakupan area. Mereka mengerahkan perahu karet untuk menyisir aliran sungai, melakukan penyisiran darat secara menyeluruh di sepanjang bantaran sungai, serta memanfaatkan teknologi drone untuk pemantauan udara yang lebih efektif.
Komandan Tim Pos SAR Bone, Masrur, menjelaskan secara detail bahwa jenazah Saide akhirnya ditemukan tersangkut pada ranting pohon yang rebah di anak sungai. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar dua kilometer dari titik awal kejadian di mana korban pertama kali terseret arus deras.
Setelah berhasil ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi dengan hati-hati menggunakan kantong mayat. Proses evakuasi dari sungai menuju daratan dilakukan menggunakan perahu karet, kemudian dilanjutkan dengan mobil. Akhirnya, jenazah Saide diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Sinergi Tim dan Penutupan Operasi SAR
Dengan ditemukannya jasad Saide, operasi SAR yang telah berlangsung intensif ini secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Masrur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat. Partisipasi aktif mereka sangat membantu dalam kelancaran proses pencarian hingga korban ditemukan.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini sangat beragam, meliputi Tim Rescue Pos SAR Bone, personel SAR Brimob, Babinsa Kajuara, Bhabinkamtibmas Kajuara, BPBD Kabupaten Bone, dan Satpol PP Kabupaten Bone. Selain itu, dukungan dan bantuan dari masyarakat setempat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi.
Setelah seluruh rangkaian operasi selesai, seluruh tim yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Sinergi dan koordinasi yang baik antar berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga elemen masyarakat, menjadi kunci utama keberhasilan dalam menemukan korban yang terseret arus Sungai Kajuara Bone ini.
Sumber: AntaraNews