Liburan Berakhir Petaka, 2 Mahasiswa Hilang Terseret Air Bah Sungai Kalimborang Maros

Keduanya dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai setelah datangnya air bah secara mendadak.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Liburan Berakhir Petaka, 2 Mahasiswa Hilang Terseret Air Bah Sungai Kalimborang Maros
Liburan Berakhir Petaka, 2 Mahasiswa Hilang Terseret Air Bah Sungai Kalimborang Maros (Merdeka.com)

Dua orang mahasiswa bernama Fajrin dan Ica dilaporkan hilang saat liburan di Sungai Kalimborang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (29/3) kemarin. Keduanya dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai setelah datangnya air bah secara mendadak. 

Saksi mata di lokasi, Muh Yusuf mengatakan kedua korban dilaporkan hilang pada pukul 14.00 Wita. Yusuf mengaku sebelumnya Fajrin dan Ica sedang berenang di area Sungai Kalimborang. 

"Tapi tiba-tiba, debit air meningkat drastis karena air bah dari hulu yang langsung menyeret kedua korban sebelum sempat menyelamatkan diri ke tepian," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Senin (30/3). 

Melihat kedua korban terseret arus sungai, dirinya langsung melaporkan kepada aparat Pemerintah Desa Bonto Manurung. Yusuf menyebutkan bahwa kedua korban bukan merupakan bagian dari rombongan wisata. 

"Sehingga identitas lengkap asal domisili korban saat ini masih dalam proses pendataan intensif oleh pihak Polsek Tompobulu," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Arif Anwar mengaku langsung mengerahkan satu tim rescue untuk menuju lokasi kejadian guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

"Kami telah memberangkatkan tim rescue dari Kantor Basarnas Makassar ke lokasi kejadian di Kecamatan Tompobulu. Fokus utama saat ini adalah melakukan koordinasi di lapangan dan penyisiran awal di area hilir sungai," ujarnya.

Tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian mandiri dengan menyisir pinggiran sungai. Namun, derasnya arus dan kondisi medan yang cukup ekstrem membuat hasil pencarian masih nihil.

"Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pemantauan dan penyisiran hingga batas waktu yang memungkinkan, dengan memperhatikan faktor cuaca dan keselamatan personel di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat melakukan aktivitas di sekitar sungai, terutama mengingat cuaca yang ekstrem dapat memicu terjadinya air bah secara tiba-tiba," ucapnya.

Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah peralatan, antara lain perahu karet (rubber boat), alat pelampung (life jacket), tali penyelamatan (rescue rope), peralatan komunikasi, serta perlengkapan SAR air lainnya guna menunjang proses pencarian di area sungai. 

Rekomendasi