Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah Nasional pada 2026: Perkuat Infrastruktur Pendidikan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan merevitalisasi 71.744 sekolah pada 2026. Program revitalisasi sekolah ini bertujuan meningkatkan kualitas belajar dan keselamatan peserta didik.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan target ambisius untuk merevitalisasi sebanyak 71.744 sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Program ini bertujuan utama untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Revitalisasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan bermutu bagi jutaan peserta didik di tanah air.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan informasi ini saat kunjungan kerja di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Sabtu (6/6). Beliau menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah. Komitmen tersebut adalah untuk memperkuat infrastruktur pendidikan di seluruh wilayah, termasuk daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki akses terhadap fasilitas pendidikan yang memadai. Perbaikan sarana dan prasarana ini menjadi prioritas nasional. Hal ini juga sejalan dengan amanat publik untuk peningkatan kualitas ruang belajar dan keselamatan siswa.
Fokus Revitalisasi dan Dukungan Infrastruktur IKN
Program revitalisasi sekolah yang dicanangkan Kemendikdasmen ini memiliki fokus yang luas, mencakup perbaikan sarana dan prasarana vital. Tujuannya adalah memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal. Selain itu, fasilitas pendukung lainnya yang berhubungan dengan peserta didik juga akan diperbaiki secara menyeluruh.
Secara khusus, revitalisasi ini juga diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pendidikan di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan perhatian khusus dalam program ini. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan wilayah sekitar IKN.
Pada tahun 2026, Provinsi Kalimantan Timur sendiri akan menerima bantuan perbaikan untuk 341 sekolah. Jumlah ini berasal dari total 806 usulan yang dinilai layak untuk mendapatkan bantuan. Dana yang dialokasikan diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kondisi sekolah-sekolah tersebut.
Transparansi Anggaran dan Realisasi Tahap Sebelumnya
Mendikdasmen Abdul Mu’ti secara tegas meminta seluruh kepala sekolah penerima bantuan untuk mengelola anggaran revitalisasi dengan transparan dan bertanggung jawab. Transparansi ini sangat penting karena anggaran tersebut merupakan amanat publik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas ruang belajar dan menjamin keselamatan peserta didik.
Pada tahun 2025, Kemendikdasmen telah berhasil merevitalisasi 286 sekolah di Provinsi Kalimantan Timur. Pengerjaan perbaikan sarana dan prasarana di setiap sekolah penerima bantuan telah selesai dilaporkan. Ini menunjukkan efektivitas pelaksanaan program pada tahap sebelumnya.
Revitalisasi pada tahun 2025 tersebut mencakup satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga pendidikan kesetaraan. Total nilai anggaran yang digelontorkan mencapai Rp253,75 miliar. Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kota Samarinda menjadi wilayah utama penerima manfaat.
Secara terperinci, 16 sekolah di Kota Balikpapan menerima Rp13,60 miliar, 34 sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara Rp22,30 miliar, dan 52 sekolah di Kota Samarinda Rp59,53 miliar. Data ini menunjukkan distribusi anggaran yang merata. Program ini juga menjangkau berbagai jenjang pendidikan untuk pemerataan kualitas.
Sumber: AntaraNews