Mendikdasmen Jamin Revitalisasi Sekolah Sultra Jadi Prioritas Nasional 2026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan program Revitalisasi Sekolah Sultra akan menjadi bagian dari 71 ribu perbaikan gedung sekolah nasional pada 2026, demi kualitas pendidikan yang lebih baik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah untuk merevitalisasi 71 ribu gedung sekolah di seluruh Indonesia. Program besar ini akan dimulai pada tahun 2026 mendatang. Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dipastikan akan menjadi salah satu penerima manfaat utama dari inisiatif penting ini.
Abdul Mu'ti menjelaskan, revitalisasi ini merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan semua fasilitas pendidikan layak. Tujuannya adalah mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional. Presiden menargetkan perbaikan bangunan sekolah tidak layak secara bertahap hingga 2029.
Inisiatif ini tidak hanya mencakup perbaikan fisik bangunan sekolah yang rusak atau tidak layak. Program ini juga akan dilengkapi dengan penambahan perangkat pembelajaran digital. Selain itu, peningkatan kompetensi guru juga menjadi fokus utama untuk menciptakan agen peradaban.
Komitmen Pemerintah Pusat untuk Pendidikan Merata
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap kondisi sarana pendidikan di seluruh pelosok negeri. Presiden berulang kali menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi sekolah dengan kondisi yang tidak layak, seperti atap bocor atau toilet yang membahayakan. Komitmen ini menjadi landasan utama program revitalisasi sekolah yang ambisius.
Awalnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merencanakan perbaikan sekitar 11 ribu sekolah pada tahun 2026. Namun, cakupan program ini diperluas secara signifikan oleh Presiden Prabowo. Penambahan hingga 60 ribu sekolah diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Guru, menunjukkan skala prioritas pemerintah.
Dengan total 71 ribu satuan pendidikan yang akan direvitalisasi, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Lingkungan ini diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang efektif bagi jutaan peserta didik. Program ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, dari dasar hingga menengah.
Peningkatan Fasilitas dan Kualitas Guru
Selain perbaikan fisik gedung, program revitalisasi ini juga berfokus pada modernisasi sarana pembelajaran. Kemendikdasmen akan menyediakan perangkat pembelajaran digital berupa interactive flat panel (IFP). Setiap sekolah penerima manfaat akan mendapatkan hingga empat unit IFP untuk mendukung proses belajar mengajar.
Peningkatan kompetensi guru juga menjadi pilar penting dalam program ini. Guru tidak hanya dipandang sebagai agen pembelajaran, tetapi juga agen peradaban yang membentuk karakter bangsa. Oleh karena itu, kesejahteraan guru akan ditingkatkan melalui program sertifikasi dan berbagai pelatihan berkelanjutan.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga dilengkapi dengan teknologi terkini. Selain itu, kualitas pengajaran juga ditingkatkan melalui guru-guru yang kompeten dan sejahtera. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan SDM unggul.
Peran Aktif Sulawesi Tenggara dalam Revitalisasi Pendidikan
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyambut baik program revitalisasi ini dan mengungkapkan capaian di wilayahnya. Pada tahun 2025, sebanyak 348 gedung sekolah di Sultra telah menerima manfaat dari program revitalisasi pendidikan dan pembangunan sekolah baru. Ini menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung peningkatan pendidikan.
Untuk tahun 2026, usulan peningkatan sarana dan prasarana satuan pendidikan di Sultra meningkat drastis menjadi 1.374 gedung sekolah. Selain itu, sebanyak 4.081 satuan pendidikan, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, akan menerima sarana papan interaktif digital.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan mutu pendidikan. Komitmen ini sejalan dengan upaya mendukung program strategis nasional pemerintah pusat. Gubernur berharap adanya peningkatan lebih lanjut di masa depan.
Inisiatif Sultra Mendukung Program Strategis Nasional
Salah satu bentuk komitmen Sultra adalah penguatan SMK di bidang pertanian dan peternakan. Tujuannya agar mampu memasok hingga 70 persen bahan baku untuk program makan bergizi gratis (MBG) pada tahun 2026. Ini menunjukkan sinergi antara pendidikan dan kebutuhan ekonomi lokal.
Selain itu, penguatan SMK kelautan juga menjadi fokus, khususnya dalam pengelolaan makanan higienis. Hal ini dilakukan melalui laboratorium kuliner SMK yang bersertifikat. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga mendukung sektor perikanan dan kelautan daerah.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan bagaimana pendidikan di Sultra diintegrasikan dengan potensi daerah. Ini juga mendukung program-program nasional yang lebih luas. Dengan demikian, pendidikan diharapkan dapat berkontribusi langsung pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews