Konsolnas Kemendikdasmen 2026: Perkuat Koordinasi Daerah untuk SDM Unggul
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026 untuk memperkuat koordinasi dengan daerah, fokus pada pembangunan SDM unggul dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Acara ini bertujuan menguatkan koordinasi dengan daerah dalam mewujudkan pembangunan pendidikan yang lebih terintegrasi, partisipatif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan peran krusial pendidikan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Ia menekankan bahwa prioritas utama Presiden Prabowo Subianto adalah mewujudkan SDM unggul yang mampu bersaing secara global.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa kegiatan selama tiga hari ini dirancang untuk menyamakan persepsi, membangun kerangka kerja bersama, serta memperkuat komitmen kolektif. Tujuannya adalah meningkatkan mutu dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
Pendidikan sebagai Pilar Utama Pembangunan SDM Unggul
Menko PMK Pratikno mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari kepala dinas hingga kepala sekolah, untuk menjadi 'orkestrator' dalam membangun SDM unggul. Ia menekankan bahwa sekolah harus bertransformasi menjadi media pembelajaran yang membentuk manusia cerdas, sehat secara fisik, mental, dan sosial.
Individu-individu ini diharapkan mampu menghadapi tantangan disrupsi digital dan perubahan iklim yang semakin kompleks di masa depan. Pratikno menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata.
Lebih dari itu, pendidikan juga memiliki peran vital dalam membentuk manusia Indonesia yang tangguh dan adaptif terhadap berbagai tantangan masa depan. Hal ini termasuk kesiapan menghadapi era digitalisasi dan dampak perubahan iklim yang terus berubah.
Capaian dan Program Prioritas Kemendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan berbagai capaian program prioritas Kemendikdasmen sepanjang tahun 2025. Beberapa di antaranya meliputi revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru.
Selain itu, terdapat juga pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penguatan pendidikan karakter, program Wajib Belajar 13 Tahun, dan penguatan bahasa serta sastra Indonesia. Abdul Mu'ti menyatakan bahwa program-program ini telah menunjukkan hasil positif.
Dampak dari program-program tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus meningkatkan apa yang telah dicapai guna mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik.
Isu Strategis dan Kolaborasi Konsolnas 2026
Rangkaian Konsolnas selama tiga hari ke depan akan membahas sejumlah isu strategis penting. Isu-isu tersebut mencakup Wajib Belajar 13 Tahun dan pemerataan kesempatan pendidikan untuk semua, program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, serta program digitalisasi pembelajaran.
Pembahasan juga akan meliputi evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan TKA, evaluasi dan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik), penguatan pendidikan karakter dan manajemen talenta, serta tata kelola guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, isu kedaulatan bahasa Indonesia dan revitalisasi bahasa daerah, pembelajaran mendalam, koding, kecerdasan artifisial, dan bimbingan konseling turut menjadi fokus.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menambahkan bahwa dalam pelaksanaan program, Kemendikdasmen bekerja sama dengan banyak lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri. Ia menyampaikan terima kasih atas sinergi yang telah terbangun dan berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat di masa mendatang.
Melalui Konsolnas Dikdasmen 2026, Kemendikdasmen berkomitmen membangun keselarasan langkah dan penguatan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mengimplementasikan kebijakan dan program pendidikan dasar dan menengah secara lebih efektif, kontekstual, dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Sumber: AntaraNews