Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengumumkan proyeksi pergerakan masyarakat pada Angkutan Lebaran Idul Fitri 2026. Diperkirakan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan pada periode tersebut, berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengidentifikasi preferensi dan mengukur persepsi publik.
Angka proyeksi 143,9 juta ini menunjukkan sedikit penurunan sebesar 1,7 persen dibandingkan survei tahun 2025 yang mencapai 146 juta. Namun, realisasi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2025 justru mencapai 154 juta orang, jauh melampaui proyeksi survei.
Kondisi ini mendorong Kemenhub untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan segala aspek dengan matang. Kesiapan angkutan Lebaran ini telah dikoordinasikan dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Pusat Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Advertisement
Advertisement
Proyeksi Pergerakan dan Kewaspadaan Pemerintah
Proyeksi sebanyak 143,9 juta orang yang akan melakukan pergerakan perjalanan pada Angkutan Lebaran Idul Fitri 2026 merupakan hasil survei komprehensif Kemenhub. Survei ini dirancang untuk memahami preferensi dan mengukur persepsi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik.
Jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya, survei Angkutan Lebaran 2025 memproyeksikan 146 juta orang akan bergerak, namun realisasi di lapangan mencapai 154 juta orang. Selisih signifikan antara proyeksi dan realisasi ini menjadi pelajaran penting bagi Kemenhub dalam menyusun strategi persiapan.
Meskipun proyeksi untuk tahun 2026 menunjukkan sedikit penurunan sebesar 1,7 persen, Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi tingkat kewaspadaan. Kemenhub tetap siaga penuh mengingat potensi peningkatan pergerakan masyarakat yang bisa melampaui prediksi, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Armada dan Infrastruktur Transportasi
Untuk melayani jutaan pemudik, Kemenhub telah menyiapkan berbagai sarana angkutan Lebaran secara ekstensif. Armada yang disiapkan meliputi 31.345 unit bus, 829 unit kapal, 2.683 unit sarana kereta api, 392 unit pesawat, serta 255 unit kapal penyeberangan.
Selain jumlah armada, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Proses ramp check atau pemeriksaan kelaikan jalan telah dimulai untuk memastikan semua moda transportasi aman digunakan. Hingga saat ini, 19.376 unit angkutan darat, 485 unit angkutan laut, 19 unit angkutan penyeberangan, 392 unit angkutan udara, dan 2.177 unit perkeretaapian telah melalui pemeriksaan.
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa proses ramp check akan terus berjalan hingga menjelang Lebaran. Ini dilakukan untuk memastikan setiap kendaraan dan sarana transportasi yang akan digunakan selama masa Angkutan Lebaran benar-benar laik jalan dan memenuhi standar keselamatan.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor dan Program Pendukung
Selain penyediaan sarana dan prasarana transportasi, Kemenhub juga telah menyiapkan berbagai inisiatif pendukung untuk Angkutan Lebaran 2026. Program-program tersebut mencakup stimulus diskon tiket transportasi, program Angkutan Mudik Gratis Lebaran, serta Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya kolaborasi dan evaluasi berkelanjutan dari berbagai aspek pelayanan. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci untuk menghadapi dinamika pergerakan masyarakat.
Pratikno mengapresiasi kerja sama, koordinasi, dan langkah strategis yang telah dilakukan antar kementerian dan lembaga. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan persiapan mudik yang lancar, nyaman, aman, dan selamat, seperti keberhasilan yang telah dicapai pada periode mudik tahun sebelumnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews