Fakta Unik: 7.000 Sekolah Unggulan Terpadu Non-Asrama Akan Dibangun, Gabungkan Tiga Jenjang Pendidikan!
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyusun konsep Sekolah Unggulan Terpadu non-asrama yang diinstruksikan Presiden Prabowo. Penasaran detailnya?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memulai penyusunan konsep Sekolah Unggulan Terpadu non-asrama. Langkah ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Pleno baru-baru ini. Konsep ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.
Meskipun instruksi langsung belum diterima, tim Kemendikdasmen bergerak cepat untuk merumuskan kerangka kerja program tersebut. Menteri Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa program ini akan diimplementasikan secara bertahap. Targetnya adalah mendirikan setidaknya satu sekolah di setiap kecamatan.
Presiden Prabowo sebelumnya mengumumkan rencana pembangunan sekitar 7.000 Sekolah Unggulan Terpadu mulai tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan kesempatan belajar yang setara. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi fondasi kuat peningkatan sumber daya manusia nasional.
Arahan Presiden dan Konsep Awal Kemendikdasmen
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada Kemendikdasmen untuk merancang konsep Sekolah Unggulan Terpadu non-asrama. Arahan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Pleno yang baru saja berlangsung. Menteri Abdul Mu’ti menyatakan bahwa timnya sudah mulai menyusun kerangka konseptual.
Mu’ti menjelaskan bahwa meskipun program ini belum akan segera dilaksanakan, persiapan konsep tetap berjalan. "Kami belum menerima instruksi langsung karena programnya tidak akan segera dimulai. Namun, kami akan terus mengembangkan konsepnya," ujar Mu'ti. Ini menunjukkan komitmen kementerian dalam merespons arahan presiden.
Arah umum pengembangan sekolah ini sudah cukup jelas menurut Mu'ti. Sekolah Unggulan Terpadu diharapkan akan menggabungkan tiga jenjang pendidikan. Jenjang tersebut meliputi sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas dalam satu area pendidikan.
Model Sekolah Unggulan Terpadu dan Tantangan Implementasi
Kemendikdasmen telah memulai peninjauan dan perbandingan beberapa model sekolah yang sudah ada. Model-model ini menerapkan pendekatan serupa dengan konsep yang sedang dikembangkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan referensi terbaik dalam perancangan.
Salah satu contoh yang ditinjau adalah Sekolah Unggulan Terpadu di Samarinda, Kalimantan Timur. Sekolah ini dibangun oleh Pemerintah Kota Samarinda dan menggunakan kurikulum Cambridge. Fasilitas dan infrastruktur pendidikan di sekolah tersebut juga dinilai ideal.
Mu’ti menambahkan bahwa diskusi teknis mendalam belum dilakukan, terutama terkait pemanfaatan sekolah dengan siswa sedikit. "Masalah itu belum dibahas. Fokus kami saat ini adalah menyiapkan kurikulum, rekrutmen guru, dan aspek akademik lainnya," jelas Mu'ti. Hal serupa berlaku untuk penyediaan lahan dan infrastruktur oleh pemerintah daerah.
Target dan Dampak Program Pendidikan Nasional
Presiden Prabowo mengumumkan rencana pembangunan sekitar 7.000 Sekolah Unggulan Terpadu. Pembangunan ini ditargetkan akan dimulai pada tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.
Program ini juga dirancang untuk memastikan kesempatan belajar yang setara bagi semua anak bangsa. Presiden berencana membentuk gugus tugas khusus antar-kementerian. Gugus tugas ini akan bertugas mempersiapkan pengembangan sekolah-sekolah tersebut di setiap kecamatan.
"Saya telah meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi, bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan kemungkinan kementerian lain, untuk membentuk gugus tugas khusus," kata Presiden Prabowo. Tujuannya adalah mempelajari pengembangan sekolah terpadu di setiap kecamatan. Melalui program ini, pemerintah berupaya membangun fondasi kuat untuk peningkatan pengembangan sumber daya manusia nasional.
Sumber: AntaraNews