Menkeu Purbaya Bahas Pembangunan Sekolah Terintegrasi
Pemerintah menyiapkan Sekolah Terintegrasi untuk anak keluarga desil 3–6 sebagai strategi pembangunan SDM dan pengentasan kemiskinan jangka panjang.
Pemerintah terus memperkuat agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai strategi struktural dalam menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan Sekolah Terintegrasi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, Sekolah Terintegrasi dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat menengah bawah, khususnya anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan menengah.
“Sekolah ini ditujukan untuk anak-anak dari keluarga desil 3–6, mengisi ruang di antara Sekolah Rakyat (desil 1–2) dan Sekolah Unggul Garuda,” tulis Purbaya melalui akun Instagram resminya, Rabu (7/1/2026).
Sasaran Pendidikan di Antara Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul
Menurut Purbaya, Sekolah Terintegrasi disiapkan untuk menjembatani kebutuhan pendidikan nasional yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh dua skema pendidikan sebelumnya.
Sementara, Sekolah Rakyat difokuskan bagi keluarga paling rentan, sementara Sekolah Unggul Garuda ditujukan untuk siswa dengan capaian akademik tinggi.
Kehadiran Sekolah Terintegrasi diharapkan memperluas pemerataan pendidikan serta meningkatkan kualitas SDM, termasuk penguatan kompetensi vokasional bagi peserta didik.
Inisiatif Presiden Prabowo dan Bagian Asta Cita
Dalam unggahan yang sama, Purbaya mengungkapkan dirinya telah menggelar rapat dengan jajaran PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk membahas kesiapan pembangunan sekolah tersebut.
“Siang ini, Menkeu Purbaya melakukan rapat bersama jajaran @ptsmi_id untuk membahas persiapan pembangunan Sekolah Terintegrasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, Sekolah Terintegrasi merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat.
“Merupakan inisiatif dari presiden @prabowo sekaligus bentuk perwujudan Asta Cita keempat, yaitu pembangunan SDM, saintek, dan pendidikan,” pungkas Purbaya.