Jakarta, 30 Januari – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) menegaskan komitmennya untuk mengawal tata kelola penyelenggaraan Sekolah Terintegrasi. Langkah ini diambil guna memastikan program pendidikan penting ini memiliki struktur yang jelas dan operasional yang efektif di antara berbagai kementerian serta lembaga terkait.
Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan bahwa KemenPANRB tidak hanya mendukung penguatan sumber daya manusia aparatur, tetapi juga membantu memetakan tata kelola operasional. Hal ini termasuk memastikan keterhubungan kerja antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar pelaksanaannya berjalan terarah.
Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang membahas percepatan penyelenggaraan Sekolah Terintegrasi sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan pendidikan berkualitas yang merata dan terjangkau bagi seluruh anak Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Peran KemenPANRB dalam Penguatan Tata Kelola Sekolah Terintegrasi
Penguatan tata kelola Sekolah Terintegrasi menjadi krusial untuk memastikan setiap instansi memahami peran dan tanggung jawabnya. KemenPANRB berupaya membentuk ekosistem pendukung yang terpadu, sehingga implementasi program dapat berjalan optimal. Menteri Rini Widyantini menekankan pentingnya sinergi ini untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
KemenPANRB akan memastikan pola kerja lintas kementerian dan lembaga tersusun jelas, sehingga implementasi Sekolah Terintegrasi dapat berjalan konsisten, terukur, dan akuntabel. Melalui sinergi ini, pemerintah optimistis Sekolah Terintegrasi akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Program ini dirancang untuk mencapai pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan bagi anak usia sekolah di seluruh Indonesia. Dukungan KemenPANRB dalam aspek tata kelola diharapkan dapat menghilangkan hambatan birokrasi dan mempercepat realisasi program.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Lintas Kementerian untuk Akses Pendidikan Berkualitas
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno turut menekankan pentingnya penyamaan persepsi antar kementerian dan lembaga. Tujuannya adalah membangun sinergi yang kuat dalam pelaksanaan program Sekolah Terintegrasi.
Melalui RTM, diharapkan semua pihak dapat menyamakan persepsi dalam mendukung realisasi penugasan dari Presiden secara terkoordinasi. Tujuan utama program ini adalah menghadirkan akses pendidikan berkualitas yang inklusif dan komprehensif.
Akses pendidikan ini mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA di seluruh wilayah Indonesia. Kolaborasi yang erat antar kementerian dan lembaga menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai pemerataan pendidikan yang diamanatkan.
Advertisement
Advertisement
Sekolah Terintegrasi Berpijak pada Kebutuhan Masyarakat
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pelaksanaan program Sekolah Terintegrasi harus berpijak pada realitas dan kebutuhan masyarakat. Setiap langkah yang diambil pemerintah harus berangkat dari kebutuhan nyata, sehingga pelaksanaannya tepat sasaran, dapat dipahami, serta diterima oleh masyarakat.
Sekolah Terintegrasi dirancang sebagai satuan pendidikan yang menggabungkan penguatan akademik, pembentukan karakter, dan pengembangan kompetensi global. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter kuat, unggul, serta mampu bersaing di era global.
Fokus pada kebutuhan riil masyarakat akan memastikan bahwa output dari Sekolah Terintegrasi relevan dan memberikan dampak positif. Ini juga akan meningkatkan partisipasi dan dukungan masyarakat terhadap program tersebut.
Advertisement
Advertisement
Membentuk Delapan Karakter Utama Lulusan Unggul
Pembelajaran di Sekolah Terintegrasi diarahkan untuk membentuk delapan karakter utama pada peserta didik. Karakter-karakter ini meliputi keimanan dan ketakwaan, sikap kewargaan, serta kemampuan berpikir kritis.
Selain itu, program ini juga mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian siswa. Aspek kesadaran kesehatan fisik dan mental, serta kecakapan komunikasi juga menjadi fokus penting.
Dengan pembentukan delapan karakter ini, Sekolah Terintegrasi berupaya menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, daya saing, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews