Pemerintah Alokasikan Rp105 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Lombok Timur
Pemerintah mengucurkan dana Rp105 miliar untuk revitalisasi sekolah di Lombok Timur, NTB. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia unggul.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan anggaran sebesar Rp105 miliar untuk program revitalisasi sekolah di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta fasilitas belajar mengajar di wilayah tersebut. Peresmian program ini dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti pada Minggu (17/5) lalu, menandai komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Program revitalisasi sekolah di Lombok Timur ini merupakan bagian integral dari AstaCita keempat Presiden Prabowo Subianto. "Revitalisasi sekolah ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam AstaCita keempat yaitu membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat acara peresmian revitalisasi satuan pendidikan di Lombok Timur, Minggu. Inisiatif ini tidak hanya berpusat pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mencakup peningkatan sarana prasarana penunjang kegiatan belajar.
Dana jumbo ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi para siswa. Secara keseluruhan, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 87 sekolah di Lombok Timur, mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SLB. Kedua program ini dijalankan secara simultan untuk memastikan peningkatan mutu pendidikan yang komprehensif di seluruh wilayah.
Fokus Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan di Lombok Timur
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen menjalankan dua program utama. "Dua program utama yang dijalankan Kemendikdasmen adalah revitalisasi dan digitalisasi sekolah," kata Mendikdasmen. Kedua program ini dirancang untuk saling melengkapi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Revitalisasi berfokus pada perbaikan infrastruktur fisik, sementara digitalisasi membawa teknologi ke dalam kelas. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Khusus untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan revitalisasi untuk 531 sekolah pada tahun 2025 dengan total nilai mencapai Rp527,575 miliar. Alokasi ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD (69 sekolah), SD (227 sekolah), SMP (107 sekolah), SMA (60 sekolah), SMK (17 sekolah), SLB (20 sekolah), dan PKBM/SKB (11 sekolah). Ini menunjukkan skala prioritas yang besar dari pemerintah untuk wilayah kepulauan tersebut. Anggaran ini diharapkan dapat merata dan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan fasilitas pendidikan.
Secara spesifik di Kabupaten Lombok Timur, program revitalisasi sekolah menyasar 87 lembaga pendidikan dengan total anggaran Rp105 miliar. Rinciannya meliputi 7 PAUD, 36 SD, 19 SMP, 9 SMA, 12 SMK, dan 4 SLB. Angka ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dan pusat untuk memajukan pendidikan di Lombok Timur. Seluruh proses revitalisasi untuk tahun 2025 ini telah rampung 100 persen, sesuai target yang ditetapkan.
Selain revitalisasi, program digitalisasi juga menjadi prioritas utama. Kemendikdasmen telah mendistribusikan 7.080 perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Pintar (PID) ke sekolah-sekolah di NTB, dengan nilai investasi mencapai Rp236,168 miliar. Di Lombok Timur sendiri, sebanyak 1.739 IFP telah disalurkan dengan nilai Rp47,179 miliar. Perangkat canggih ini bertujuan untuk mendukung pembelajaran interaktif dan modern di era digital.
Peran Guru dan Pemanfaatan Teknologi untuk Pendidikan Bermutu
Menteri Abdul Mu'ti menekankan bahwa sarana prasarana dan teknologi canggih tidak akan berarti tanpa didukung oleh guru yang berkualitas. Beliau mengingatkan pentingnya mindset untuk maju, mental yang kuat, dan misi yang tulus dalam memajukan pendidikan. "Guru adalah kunci, teknologi penting, sarana penting, tapi guru tidak bisa digantikan. Karena itu kami fokus pada kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru,” kata Mendikdasmen. Kualitas pengajar menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkarakter.
Pemerintah, melalui Kemendikdasmen, sangat fokus pada peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Upaya ini dilakukan karena guru adalah kunci utama dalam proses pendidikan yang efektif. Peningkatan kapasitas guru diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan fasilitas baru yang telah disediakan. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia.
Menteri Abdul Mu'ti berharap seluruh bantuan sarana, prasarana, dan perangkat IFP dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah dan para guru. Pemanfaatan optimal ini akan memastikan bahwa investasi besar yang telah digelontorkan pemerintah memberikan hasil yang nyata. "Dengan kerja sama semua pihak, Kemendikdasmen menargetkan terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua sesuai arahan Presiden melalui AstaCita keempat," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Ini menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Sumber: AntaraNews