Sumatra Utara Terima Rp852 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tekankan Pemanfaatan Optimal
Sumatra Utara menerima Rp852 miliar untuk Revitalisasi Sekolah di 897 lembaga pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti berharap bantuan ini dimanfaatkan optimal demi mutu pendidikan.
Provinsi Sumatra Utara mendapatkan alokasi bantuan signifikan dari pemerintah pusat senilai Rp852 miliar, setara dengan sekitar US$50.9 juta, untuk mendukung program Revitalisasi Sekolah. Bantuan ini akan menyasar 897 sekolah di seluruh wilayah Sumatra Utara, bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas dan metode pembelajaran. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan harapannya agar bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan secepatnya.
Secara nasional, anggaran yang dialokasikan untuk program revitalisasi sekolah mencapai Rp16.9 triliun, atau sekitar US$1 miliar, yang akan mencakup sekitar 16.000 sekolah di seluruh Indonesia. Pemanfaatan bantuan ini, termasuk penyediaan papan interaktif digital di Sumatra Utara, diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern dan efektif.
Pemerintah terus berupaya keras untuk memastikan keberhasilan misi Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada penguatan pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, kesehatan masyarakat, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Program revitalisasi sekolah ini merupakan bagian integral dari upaya tersebut.
Target dan Alokasi Revitalisasi Sekolah di Sumatra Utara
Bantuan revitalisasi sekolah di Sumatra Utara akan didistribusikan secara merata ke berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 34 unit Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 400 Sekolah Dasar (SD), 240 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 119 Sekolah Menengah Atas (SMA), 88 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 11 Sekolah Luar Biasa (SLB), dan 5 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) akan menjadi penerima manfaat.
Selain perbaikan fisik, program ini juga mencakup inisiatif digitalisasi pendidikan di Sumatra Utara. Sebanyak 1.778 papan interaktif digital telah didistribusikan untuk mendukung metode pembelajaran modern. Papan-papan ini dijadwalkan akan mulai digunakan pada semester kedua tahun 2026, menandai langkah maju dalam transformasi digital sektor pendidikan.
Pemanfaatan bantuan ini sangat krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan fasilitas yang lebih baik dan dukungan teknologi, diharapkan kualitas pendidikan di Sumatra Utara dapat meningkat signifikan, menghasilkan lulusan yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Komitmen Pemerintah Provinsi dan Tantangan Pasca-Bencana
Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintah provinsi secara konsisten memprioritaskan sektor pendidikan sebagai motor penggerak utama pembangunan daerah. Komitmen ini tercermin dalam berbagai inisiatif yang telah dan akan dilaksanakan untuk memajukan pendidikan di wilayahnya.
Salah satu inisiatif penting yang akan dimulai pada tahun 2026 adalah program sekolah gratis. Program ini rencananya akan diterapkan di Kepulauan Nias dan daerah-daerah yang terdampak bencana alam. Langkah ini menunjukkan kepedulian pemerintah provinsi terhadap akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Meskipun demikian, Sumatra Utara juga menghadapi tantangan, terutama pasca-bencana. Tercatat, 50 SMA dan SMK di provinsi ini terdampak oleh banjir dan tanah longsor baru-baru ini. Meskipun dua sekolah masih belum dapat beroperasi sepenuhnya akibat tingkat kerusakan yang parah, Gubernur Bobby Nasution memastikan bahwa upaya pemulihan terus berlangsung.
Sumber: AntaraNews