Mendikdasmen Tegaskan Anggaran Tambahan Pendidikan Rp181 Triliun Bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan bahwa pengajuan Anggaran Tambahan Pendidikan (ABT) sebesar Rp181 triliun ke DPR tidak dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan untuk revitalisasi dan dig
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti telah memberikan klarifikasi penting terkait alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp181 triliun yang diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Penjelasan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik mengenai penggunaan anggaran tersebut. Mu’ti menegaskan bahwa ABT ini tidak diperuntukkan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan Mu'ti dalam keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta pada Rabu (4/3). Ia menjelaskan bahwa pengajuan ABT Kemendikdasmen merupakan permintaan alokasi tambahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun berjalan yang bersifat mendesak. Saat ini, pengajuan tersebut masih dalam proses menunggu keputusan dari DPR setelah Kemendikdasmen memaparkan rinciannya.
Meskipun ABT tidak dialokasikan untuk MBG, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menekankan bahwa Program MBG adalah bagian tak terpisahkan dari program Kemendikdasmen. Program ini sangat berkaitan erat dengan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, serta menjadi bagian dari program pendidikan karakter yang merupakan prioritas nasional.
Keterkaitan MBG dengan Program Pendidikan Karakter
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki kaitan yang sangat langsung dengan program-program Kemendikdasmen, khususnya dalam upaya pembentukan karakter siswa. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa MBG merupakan elemen penting dari Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, rajin belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Lebih lanjut, MBG juga diintegrasikan sebagai bagian dari program pendidikan karakter yang menjadi prioritas nasional. Program ini berfokus pada penanaman nilai-nilai luhur seperti spiritual, sosial, ketertiban, disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, budaya bersih, dan tata krama. Dengan demikian, MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan pribadi siswa yang unggul dan berkarakter.
Tingginya Capaian Penerima Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menunjukkan capaian yang sangat tinggi dalam menjangkau siswa di seluruh Indonesia. Menurut laporan terakhir dari Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen, sebanyak 49.614.433 siswa telah menjadi penerima MBG. Angka ini mencakup 93 persen dari total 53.394.088 siswa sekolah di seluruh Indonesia, menyisakan 3.780.445 siswa yang belum terjangkau.
Selain itu, cakupan sekolah yang telah menerima program ini juga signifikan. Sebanyak 288.845 satuan pendidikan dari total 434.812 sekolah telah mengimplementasikan MBG, atau sekitar 66,5 persen dari seluruh sekolah di Indonesia. Capaian yang tinggi ini menunjukkan efektivitas dan jangkauan program dalam mendukung gizi dan pendidikan karakter siswa secara nasional.
Dampak Positif MBG terhadap Motivasi Belajar Siswa
Kemendikdasmen bekerja sama dengan Lab Sosio Universitas Indonesia telah menemukan temuan menarik mengenai kontribusi Program MBG terhadap pendidikan karakter dan motivasi belajar siswa. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa MBG secara signifikan membantu murid, khususnya dari kelompok sosial-ekonomi rendah, untuk mendapatkan pangan bergizi.
Selain aspek gizi, program ini juga memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa melalui produk yang disajikan dan kegiatan makan bersama. Hal ini terbukti meningkatkan semangat belajar siswa. Ragam menu yang ditawarkan dalam MBG juga sangat disukai dan dirasakan manfaatnya oleh para siswa, sehingga program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan terus ditingkatkan kualitasnya.
Prioritas Anggaran Tambahan untuk Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan
Meskipun Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tidak dialokasikan untuk MBG, Mendikdasmen telah mengusulkan prioritas lain yang mendesak untuk kemajuan pendidikan. Program pertama yang diajukan adalah anggaran untuk revitalisasi 20 ribu satuan pendidikan. Revitalisasi ini sangat krusial mengingat masih banyaknya fasilitas sekolah yang dalam kondisi rusak dan memprihatinkan.
Program kedua adalah digitalisasi pendidikan, yang bertujuan untuk melengkapi setiap satuan pendidikan dengan Interactive Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID). Rencananya, pada tahun 2026 ini, Kemendikdasmen akan mendistribusikan IFP ke lebih dari 325 ribu satuan pendidikan.
Selain itu, ABT juga mencakup program beasiswa untuk guru yang belum mencapai jenjang pendidikan Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1), dengan nilai Rp3 juta per semester. Guru honorer juga menjadi perhatian utama, dengan usulan peningkatan insentif dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu yang telah diajukan Kemendikdasmen kepada DPR.
Sumber: AntaraNews