Paskibra Hardiknas 2025: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Soroti Semangat Pendidikan Merata
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan Paskibra Hardiknas 2025 mencerminkan semangat pendidikan nasional yang inklusif, memberikan kesempatan luas bagi seluruh anak Indonesia, termasuk melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).
Jakarta – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) selalu menjadi momen penting untuk merefleksikan kemajuan pendidikan di Indonesia. Pada Hardiknas tahun ini, barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjadi sorotan utama. Mereka tidak hanya menjalankan tugas seremonial, tetapi juga menjadi simbol nyata semangat pendidikan nasional yang inklusif dan merata bagi seluruh anak bangsa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan bahwa Paskibraka Hardiknas adalah cerminan dari semangat pendidikan yang membuka kesempatan seluas-luasnya. Semangat ini berlaku bagi semua anak-anak Indonesia tanpa terkecuali, menjamin akses pendidikan berkualitas.
Mu'ti menyoroti bahwa banyak anggota Paskibraka merupakan penerima Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan menengah yang lebih luas dan berkualitas. Peserta didik berasal dari Papua, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), serta anak pekerja migran (Repatriasi).
Semangat Kebinekaan dalam Barisan Paskibraka
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkapkan kekagumannya melihat anak-anak dari berbagai daerah berkumpul dalam satu barisan Paskibraka. Menurutnya, pemandangan ini adalah gambaran nyata dari semangat Indonesia yang mempersatukan keberagaman. Mereka datang dengan latar belakang yang berbeda, namun memiliki cita-cita yang sama untuk belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti menyapa para murid satu per satu, berbincang ringan, dan memberikan semangat. Para peserta Paskibraka ini telah menjalani proses seleksi dan latihan yang intensif selama beberapa hari. Kehadiran mereka membawa cerita perjuangan dan harapan dari daerah asalnya masing-masing.
Mu'ti menambahkan bahwa di balik latihan Paskibraka ini, tersimpan mimpi-mimpi besar anak Indonesia. Ada semangat untuk maju serta harapan dari keluarga dan daerah asal mereka. Oleh karena itu, menjadi tugas bersama untuk memastikan pendidikan yang bermutu dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia, di mana pun mereka berada.
Kisah Inspiratif dari Program ADEM
Salah satu peserta Paskibraka yang menarik perhatian adalah Abbel Christboy Juserial Jufuway, seorang siswa kelas XI asal Kota Jayapura, Papua. Abbel kini bersekolah di SMAN Krida Nusantara, Kota Serang, Banten, berkat program ADEM. Ia mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari upacara Hardiknas tahun ini.
Abbel merasa terhormat dapat mewakili teman-teman pelajar dari seluruh Indonesia. Baginya, Hari Pendidikan Nasional memiliki makna yang sangat berarti, apalagi dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai salah satu petugas upacara. Kisah Abbel menjadi bukti nyata bagaimana program afirmasi dapat membuka pintu kesempatan bagi talenta-talenta muda dari daerah terpencil.
Cerita serupa datang dari Dea Novita Saule, siswi SMA Negeri 3 Padang asal Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Dea menyampaikan bahwa Hardiknas adalah pengingat akan perjuangan panjang untuk menghadirkan pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa. Ia berharap kualitas pendidikan Indonesia terus meningkat, baik dari sisi fasilitas maupun program yang mendukung peserta didik.
Komitmen untuk Pendidikan yang Berkualitas dan Merata
Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) merupakan inisiatif krusial dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Program ini secara khusus menargetkan peserta didik lulusan SMP/MTs sederajat dari wilayah Papua, daerah 3T, dan anak pekerja migran (Repatriasi). Tujuannya adalah untuk memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan menengah yang lebih baik.
Partisipasi siswa ADEM dalam Paskibraka Hardiknas tidak hanya mengangkat semangat mereka, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya investasi pada sumber daya manusia dari seluruh pelosok negeri. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan siapa pun dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Harapan agar pendidikan di Indonesia terus berkembang dan semakin banyak program yang membantu anak-anak di wilayah 3T untuk maju, seperti yang diutarakan Dea, sejalan dengan visi pemerintah. Memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas adalah fondasi penting untuk masa depan bangsa yang lebih cerah.
Sumber: AntaraNews