Pesan Hardiknas: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tegaskan Pendidikan Cerdaskan Bangsa
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan Pesan Hardiknas, menegaskan pentingnya pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan dan peradaban bangsa. Simak komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan tujuan mulia ini.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan pesan mendalam terkait esensi pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah proses fundamental untuk mencerdaskan kehidupan dan peradaban bangsa.
Penegasan tersebut disampaikan Mendikdasmen Mu'ti dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan Hardiknas yang berlangsung di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, ia menggarisbawahi peran krusial pendidikan dalam membentuk karakter dan potensi manusia. Pendidikan diharapkan mampu melahirkan insan yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan memiliki kepribadian utama lainnya.
Menurut Mendikdasmen Mu'ti, pendidikan juga bertujuan menumbuhkembangkan potensi manusia secara utuh. Hal ini meliputi aspek spiritual, moral, intelektual, fisik, hingga sosial. Oleh karena itu, peringatan Hardiknas menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus berupaya memajukan sektor pendidikan.
Pendekatan Pembelajaran Mendalam untuk Potensi Murid
Dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas. Pendekatan ini dirancang untuk menempatkan proses belajar sebagai pengalaman bermakna. Tujuannya adalah mengembangkan potensi murid secara utuh dan menyeluruh.
Mendikdasmen Mu'ti menekankan bahwa perbaikan pendidikan harus dimulai dari dalam kelas. "Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaiki lah mulai dari dalam kelas," ujarnya, mengutip adagium populer. Pembelajaran mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita-cita ideal pendidikan nasional.
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas. Dengan demikian, murid diharapkan mampu memahami konsep secara lebih mendalam. Mereka juga dapat mengaplikasikan pengetahuannya dalam berbagai konteks kehidupan.
Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran
Guna mendukung implementasi pembelajaran mendalam, Kemendikdasmen telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis. Salah satunya adalah program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Program ini merupakan bagian integral dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Mendikdasmen Mu'ti menjelaskan bahwa program revitalisasi telah membawa dampak nyata bagi dunia pendidikan. Pada tahun 2025, program ini berhasil menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Revitalisasi ini mencakup perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas fasilitas belajar.
Selain itu, program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) juga menunjukkan progres signifikan. Lebih dari 288 ribu satuan pendidikan telah memanfaatkan teknologi ini. Digitalisasi ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan modern.
Penguatan Karakter dan Perluasan Akses Pendidikan
Kemendikdasmen juga terus mendorong penguatan karakter murid melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Penerapan budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri) menjadi fokus utama. Hal ini bertujuan agar sekolah dapat menjadi rumah kedua yang menyenangkan bagi semua murid.
Di sisi lain, peningkatan kualitas pembelajaran diperkuat melalui penguatan literasi, numerasi, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Upaya ini krusial untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Tidak hanya itu, perluasan akses layanan pendidikan yang lebih mudah, terjangkau, dan fleksibel juga menjadi prioritas. Berbagai skema diterapkan, seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, dan sekolah terbuka. Mendikdasmen Mu'ti mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kerja sama dalam memajukan pendidikan. "Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat," ajaknya.
Sumber: AntaraNews