Kemendikdasmen Perkuat Digitalisasi Pembelajaran, Pangkas Kesenjangan di Teluk Bintuni
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serius memangkas kesenjangan pendidikan di wilayah 3T. Simak bagaimana program digitalisasi pembelajaran di Teluk Bintuni ditingkatkan untuk kualitas pendidikan yang lebih merata.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat implementasi Program Digitalisasi Pembelajaran. Upaya ini dilakukan untuk memangkas kesenjangan terkait layanan pendidikan yang bermutu dan relevan di wilayah 3T, termasuk di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan penguatan tersebut diwujudkan melalui penyaluran perangkat pembelajaran digital. Perangkat ini meliputi Interactive Flat Panel (IFP), laptop, dan media penyimpanan konten pembelajaran kepada satuan pendidikan.
Program digitalisasi pembelajaran ini tidak hanya fokus pada penyediaan perangkat keras, tetapi juga mencakup pelatihan guru dan penguatan infrastruktur pendukung. Langkah strategis ini bertujuan agar pemanfaatan teknologi dapat optimal dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
Peningkatan Akses Teknologi dan Perangkat Digital
Mendikdasmen Mu'ti menjelaskan bahwa program digitalisasi pendidikan tahun lalu dilakukan melalui bantuan satu perangkat IFP untuk setiap satuan pendidikan. Ia menambahkan, “Insyaa Allah pada tahun 2026, setiap sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP sehingga masing-masing sekolah nantinya memiliki total empat perangkat pendukung pembelajaran digital.”
Sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan, Kemendikdasmen pada tahun 2025 telah menyalurkan bantuan IFP kepada 167 satuan pendidikan di Kabupaten Teluk Bintuni. Hal ini menjadikan kabupaten tersebut sebagai salah satu daerah penerima program digitalisasi pendidikan terbesar di Provinsi Papua Barat.
Penambahan perangkat digital tersebut juga disertai dukungan lain yang komprehensif. Dukungan tersebut meliputi pelatihan guru, penyediaan laptop, paket pembelajaran, hingga penguatan infrastruktur pendukung. Ini semua dirancang agar pemanfaatannya benar-benar optimal dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
Dukungan Infrastruktur dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Untuk mendukung kesiapan daya, Kemendikdasmen menjalin kerja sama dengan PT PLN dalam penambahan daya listrik sekolah secara gratis. Mu'ti menegaskan, “Langkah strategis ini dilakukan agar sekolah-sekolah di daerah dapat memanfaatkan teknologi pembelajaran secara maksimal tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur dasar.”
Menurut Mu'ti, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh perangkat semata, namun juga kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya. Oleh karena itu, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat turut melaksanakan program pengimbasan.
Program pengimbasan ini berupa sosialisasi, mentoring, dan coaching kepada sekolah penerima bantuan. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 20 satuan pendidikan di Teluk Bintuni, yang terdiri atas 5 PAUD, 5 SD, 5 SMP, dan 5 SMA, mendapatkan pendampingan intensif.
Melalui program ini, guru dan kepala sekolah memperoleh penguatan kapasitas dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Ini memastikan perangkat yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan kualitas pendidikan.
Dampak Nyata dan Keberlanjutan Program
Keberlanjutan program digitalisasi pembelajaran ini juga diperkuat melalui kehadiran mentor daerah. Para mentor ini bertugas mendampingi sekolah-sekolah penerima bantuan secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut, kata Mu'ti, menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi digital benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di ruang kelas. Hal ini sejalan dengan tujuan utama program untuk mengurangi kesenjangan pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manimbuy menyampaikan apresiasinya. Manimbuy menyatakan bahwa selain pembenahan fisik, bantuan perangkat IFP juga membawa dampak perubahan yang nyata di sekolah dan membuka peluang belajar yang lebih interaktif dan modern.
Sumber: AntaraNews