Gubernur Maluku: Pattimura IBF Wadah Lahirkan Petinju Berprestasi Nasional dan Internasional
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan ajang Pattimura IBF 2026 menjadi panggung penting bagi lahirnya petinju berprestasi sekaligus membuka peluang atlet daerah bersaing di kancah global.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan ajang Pattimura International Big Fight (IBF) 2026 merupakan wadah untuk melahirkan petinju berprestasi. Event ini juga membuka peluang bagi atlet daerah untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pernyataan ini disampaikan di Ambon pada Sabtu (30/5) dalam keterangan tertulis yang diterima.
Lewerissa berharap kompetisi profesional berskala internasional ini dapat melahirkan juara-juara baru. Juara-juara tersebut diharapkan mampu mengibarkan Bendera Merah Putih di kancah dunia. Hal ini menunjukkan komitmen Maluku dalam mendukung perkembangan olahraga tinju.
Penyelenggaraan Pattimura IBF 2026 yang berlangsung di Senayan, Jakarta, menjadi bukti nyata dukungan berbagai pihak. Tujuannya adalah untuk pembinaan olahraga tinju sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet-atlet Maluku untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Pattimura IBF: Simbol Keberanian dan Prestasi Tinju Maluku
Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa Maluku tidak pernah kekurangan talenta emas di dunia olahraga tinju. Ajang Pattimura IBF 2026 menjadi bukti nyata potensi besar tersebut. Maluku Barat Daya Promotion dan Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) berperan penting dalam kesuksesan penyelenggaraan event ini.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, termasuk Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM) dan Angkatan Muda Pattimura, hingga para sponsor dan pendukung acara. Kolaborasi yang luar biasa ini diharapkan dapat membawa semangat perjuangan atlet Maluku ke pentas nasional dan internasional melalui dunia olahraga.
Penggunaan nama Pattimura dalam ajang ini memiliki makna yang sangat mendalam. Nama tersebut tidak hanya merujuk pada sosok pahlawan nasional asal Maluku, tetapi juga mencerminkan karakter masyarakat Maluku yang berani, tangguh, dan memiliki harga diri yang tinggi.
Warisan Semangat Pattimura dalam Ring Tinju
Nama Pattimura bukan sekadar identitas sebagai pahlawan nasional semata, tetapi lebih dari itu adalah wujud jati diri dan simbol keberanian, ketangguhan, serta harga diri orang Maluku. Semangat perjuangan Kapitan Pattimura juga tercermin dalam diri para petinju yang bertanding melalui sikap sportivitas, disiplin, dan mental juang untuk meraih prestasi.
Di atas ring tinju yang spektakuler ini, kita akan melihat manifestasi dari semangat Pattimura-Pattimura muda. Mereka bertarung bukan dengan amarah, melainkan dengan sportivitas, disiplin tinggi, dan mental baja demi mengukir prestasi. Ini adalah cerminan nilai-nilai luhur yang diwarisi dari pahlawan.
Gubernur juga berpesan kepada seluruh petinju yang mengikuti pertandingan agar selalu menjunjung tinggi sportivitas. Mereka diminta untuk menampilkan kemampuan terbaik selama bertanding, menunjukkan jiwa ksatria dan teknik terbaik, dengan tetap mewarisi semangat juang Kapitan Pattimura.
Dukungan Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Dalam kegiatan Pattimura IBF 2026, turut dilakukan penyerahan hasil lelang lukisan legenda tinju Indonesia, Elias Pical. Hasil lelang ini berhasil mengumpulkan dana senilai Rp50 juta. Ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap dunia tinju.
Dana hasil lelang tersebut disalurkan untuk mendukung pembinaan olahraga tinju di Maluku. Selain itu, dana ini juga dialokasikan untuk pengembangan generasi muda Maluku. Inisiatif ini menunjukkan komitmen nyata dalam mempersiapkan bibit-bibit unggul masa depan.
Sumber: AntaraNews