IPSI Maluku Seleksi Atlet Pencak Silat untuk PON Beladiri 2025: Target Medali Emas dari 16 Nomor Tanding!
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Maluku telah menggelar seleksi atlet pencak silat untuk PON Beladiri 2025. Siapa saja pesilat terbaik yang lolos dan bagaimana strategi mereka meraih medali emas?
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Maluku baru saja menggelar seleksi ketat untuk menjaring atlet-atlet terbaiknya. Seleksi ini merupakan bagian dari persiapan serius menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri tahun 2025.
Kegiatan penting ini dilaksanakan di Batu Merah, Kota Ambon, pada 30 Agustus 2025. Tujuannya adalah untuk memastikan perwakilan Maluku tampil kompetitif di ajang nasional yang akan berlangsung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Dari proses seleksi ini, IPSI Maluku berhasil mengidentifikasi pesilat-pesilat potensial dari berbagai kabupaten/kota. Mereka akan mengisi nomor tanding maupun seni, dengan harapan dapat mengharumkan nama daerah di kancah olahraga nasional.
Proses Seleksi dan Pesilat Terpilih IPSI Maluku
Seleksi atlet pencak silat yang digelar oleh IPSI Maluku di Batu Merah, Kota Ambon, pada 30 Agustus 2025, telah sukses menjaring sejumlah pesilat berbakat. Ketua IPSI Maluku, Djalaluddin Salampessy, menegaskan bahwa seleksi ini sangat krusial. Ini untuk memastikan Maluku memiliki wakil yang kompeten dan siap bersaing di PON Beladiri 2025.
Djalaluddin Salampessy menambahkan bahwa para pesilat yang terpilih adalah mereka yang memiliki teknik terbaik. Mereka juga menunjukkan kesiapan tinggi untuk mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) secara intensif. Proses ini menjadi fondasi penting bagi persiapan kontingen pencak silat Maluku.
Beberapa pesilat putra yang berhasil lolos seleksi IPSI Maluku antara lain Bagus Arya Wali di kelas 52,7 kilogram, Ksatria Surga Sangadji di kelas 64,9 kilogram, dan Eben Tasidjawa di kelas 52,7 kilogram. Ada pula Arwin Ibrahim di kelas 58,2 kilogram, Indra Juniari di kelas 67,8 kilogram, serta Sarajudal Latuconsina di kelas 70 kilogram. Untuk nomor seni tunggal putra, La Nurdin berhasil mengamankan tempatnya.
Sementara itu, di kategori putri, nama-nama seperti Kembang Santi, Juanti Jelti Johannis, Eka Pratama Dewi Polpoke, dan Suryani Wusurwut menjadi bagian dari tim. Turut lolos juga Mar’atun Nikmah Letaluhu, Liony Filia Laiyan, dan Marsia Wilin Kurama, menunjukkan potensi besar dari pesilat putri Maluku.
Target Medali dan Strategi Pelatda Menuju PON Beladiri 2025
PON Beladiri II 2025, khususnya cabang pencak silat, akan menjadi ajang yang sangat kompetitif. Total 16 nomor akan dipertandingkan, meliputi 15 kelas tanding dan satu nomor jurus tunggal. Dari seluruh nomor tersebut, sebanyak 64 medali akan diperebutkan oleh para atlet dari berbagai provinsi.
Setiap provinsi hanya diperkenankan menurunkan maksimal 10 atlet. Kuota ini terdiri dari 9 nomor tanding dan 1 nomor seni tunggal. Hal ini menuntut IPSI Maluku untuk melakukan seleksi yang sangat cermat dan strategis dalam memilih wakil terbaik mereka.
IPSI Maluku memiliki target yang sangat ambisius untuk ajang ini. “Target kami adalah medali emas,” tegas Djalaluddin Salampessy. Untuk mencapai tujuan tersebut, para atlet yang lolos seleksi akan menjalani Pelatda yang sangat intensif dan terarah.
Dukungan penuh juga akan diberikan melalui pelatih bersertifikat nasional. Selain itu, tim sport science dari KONI Maluku akan turut mendampingi para atlet. IPSI Maluku optimistis, dengan semangat dan kerja keras atlet serta dukungan pemerintah daerah, pencak silat Maluku akan kembali mengharumkan nama daerah di level nasional.
Sumber: AntaraNews