PB IPSI Bertekad Bawa Pencak Silat Mendunia, Targetkan Olimpiade Los Angeles 2028
Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menegaskan komitmen kuat untuk menjadikan Pencak Silat Mendunia, berupaya keras agar olahraga asli Indonesia ini dapat dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028.
Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menyatakan tekadnya untuk terus mendorong perkembangan pencak silat sebagai olahraga asli bangsa Indonesia agar semakin dikenal luas di kancah internasional. Upaya ini merupakan bagian dari visi besar untuk membawa seni bela diri tradisional ini menuju panggung dunia.
Wakil Ketua Umum PB IPSI, Sugiono, menegaskan bahwa seluruh jajaran IPSI berupaya mempersiapkan pencak silat agar terus berkembang dan pada akhirnya bisa masuk Olimpiade. Pernyataan ini disampaikan dalam acara malam ramah tamah peserta Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (9/4) malam.
Munas XVI IPSI sendiri dijadwalkan berlangsung pada 10–11 April, menjadi forum strategis bagi organisasi ini. Acara ramah tamah tersebut dihadiri oleh para pengurus IPSI dari berbagai daerah, perwakilan perguruan pencak silat, serta sejumlah tokoh penting dalam pengembangan pencak silat di Indonesia.
Munas XVI IPSI: Momentum Strategis Pengembangan Pencak Silat
Musyawarah Nasional XVI IPSI yang diselenggarakan di Hotel Sultan Jakarta menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja ke depan. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat sistem pembinaan atlet dan meningkatkan kualitas kompetisi pencak silat.
Sugiono mengajak seluruh jajaran pengurus IPSI, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk senantiasa menjaga semangat persatuan dalam organisasi. Ia menekankan pentingnya terus mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang kaya akan nilai sejarah, filosofi, dan karakter kuat.
Melalui Munas ini, para pengurus diharapkan dapat menyusun strategi komprehensif. Hal ini termasuk upaya menjaga pelestarian nilai-nilai luhur pencak silat di tengah perkembangan olahraga modern yang semakin pesat.
Pencak Silat sebagai Pembentuk Karakter Bangsa
Pencak silat tidak hanya dipandang sebagai olahraga semata, tetapi juga sebagai sarana penting dalam pembentukan karakter bangsa. Sugiono menjelaskan bahwa pencak silat sarat dengan nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, serta penghormatan terhadap sesama.
Menurutnya, pencak silat merupakan bagian integral dari nation character building atau pembangunan karakter bangsa. Oleh karena itu, PB IPSI berkomitmen untuk menjaga semangat kependekaran dan persatuan di antara para praktisi dan pengurus.
Sugiono juga menyoroti peran penting IPSI sebagai organisasi induk pencak silat di Indonesia. Organisasi ini memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat identitas bangsa melalui olahraga tersebut, sekaligus memperluas eksistensinya di tingkat internasional.
Target Olimpiade 2028: Mendorong Pencak Silat Mendunia
Salah satu agenda utama yang dibahas dalam Munas XVI IPSI adalah upaya serius untuk mendorong pencak silat agar dapat dipertandingkan dalam Olimpiade. Target spesifik yang dicanangkan adalah Olimpiade 2028 yang akan berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat.
Untuk mencapai tujuan Pencak Silat Mendunia ini, PB IPSI akan fokus pada beberapa area kunci. Ini termasuk penguatan sistem pembinaan atlet dan peningkatan kualitas kompetisi di berbagai tingkatan.
Selain itu, pelestarian nilai-nilai luhur pencak silat juga menjadi prioritas. Hal ini penting agar esensi budaya dari seni bela diri ini tidak luntur seiring dengan adaptasinya dalam konteks olahraga modern dan internasional.
- Memperkuat sistem pembinaan atlet pencak silat.
- Meningkatkan kualitas kompetisi pencak silat di tingkat nasional dan internasional.
- Menjaga pelestarian nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya.
- Mendorong pencak silat agar dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028.
Sumber: AntaraNews