PB IPSI Gencar Lobi Agar Pencak Silat Tampil di Asian Games 2026 dan Menuju Olimpiade
Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) terus melakukan upaya lobi intensif agar cabang olahraga Pencak Silat dapat kembali dipertandingkan pada Asian Games 2026 di Jepang, sebagai langkah strategis menuju Olimpiade.
Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) secara aktif melobi agar cabang olahraga pencak silat dapat dipertandingkan pada Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang. Upaya ini dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk bersurat dan pertemuan langsung dengan pihak-pihak terkait. PB IPSI bertekad untuk memastikan pencak silat kembali menjadi bagian dari ajang multi-event bergengsi di Asia tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal PB IPSI, H.R. Bayu Syahjohan, menegaskan bahwa segala macam upaya lobi terus dilakukan untuk mencapai tujuan ini. Pertemuan tatap muka dan komunikasi tertulis menjadi bagian dari strategi PB IPSI dalam meyakinkan pihak penyelenggara. Harapan besar disematkan agar pencak silat dapat kembali menunjukkan keunggulannya di kancah internasional.
Langkah ini diambil mengingat pencak silat memiliki rekam jejak yang baik dalam ajang multi-event sebelumnya, termasuk Asian Games 2018 di Indonesia dan SEA Games Kamboja 2023. Kehadiran pencak silat di Asian Games 2026 dianggap krusial untuk mengangkat derajat olahraga bela diri asli Indonesia ini ke tingkat yang lebih tinggi. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Upaya Lobi PB IPSI untuk Pencak Silat Asian Games 2026
PB IPSI tidak kenal lelah dalam memperjuangkan kehadiran pencak silat di Asian Games 2026. Berbagai metode lobi, mulai dari pengiriman surat resmi hingga pendekatan personal, terus dijalankan. Bayu Syahjohan menjelaskan bahwa pihaknya secara proaktif mendekati pihak-pihak yang memiliki wewenang dalam penentuan cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
Sebelumnya, pencak silat telah menjadi bagian dari Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, serta SEA Games Kamboja 2023. Namun, cabang ini tidak dipertandingkan di Asian Games Hangzhou 2022, sehingga memicu PB IPSI untuk lebih gencar melobi kembali. Olympic Council of Asia (OCA) sendiri telah menyatakan dukungan untuk inklusi pencak silat di Asian Games mendatang.
PB IPSI juga terus berupaya memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan agar pencak silat dapat masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan. Proses ini memerlukan koordinasi yang intensif dengan federasi olahraga internasional dan komite penyelenggara. Harapannya, keputusan positif dapat segera dicapai demi masa depan pencak silat di kancah Asia.
Membuka Jalan Pencak Silat Menuju Olimpiade
Kehadiran pencak silat di Asian Games sangat penting sebagai batu loncatan untuk mencapai level yang lebih tinggi, yaitu Olimpiade. PB IPSI memiliki target ambisius untuk membawa pencak silat tampil sebagai cabang ekshibisi pada Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. Ini adalah langkah strategis untuk mendapatkan pengakuan yang lebih luas di dunia olahraga global.
Bahkan, PB IPSI berharap ada kemungkinan pencak silat dapat langsung dipertandingkan di Olimpiade, meskipun dengan jumlah kelas yang terbatas. Proses menuju Olimpiade memerlukan pencak silat untuk menjadi penandatangan World Anti-Doping Agency (WADA) dan menjadi anggota Alliance of Independent Recognized Members of Sport (AIMS).
Bayu Syahjohan menyatakan bahwa mungkin hanya beberapa kelas saja dari total 22 kelas yang biasanya diperebutkan medali emasnya yang akan dipertandingkan di Olimpiade. Keputusan ini diharapkan dapat diambil sebelum Olimpiade berlangsung, menandai tonggak sejarah bagi pencak silat. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), terus diupayakan untuk mewujudkan impian ini.
Sumber: AntaraNews