KOI Dorong IPSI Maksimalkan Dukungan Presiden untuk Bawa Pencak Silat Mendunia
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari berharap Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) memaksimalkan dukungan Presiden RI Prabowo Subianto agar Pencak Silat Mendunia dan dipertandingkan di Olimpiade.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyampaikan harapan besar kepada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) untuk membawa pencak silat semakin mendunia. Harapan ini diungkapkan usai acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (11/4). Oktohari menekankan pentingnya memaksimalkan dukungan yang diterima IPSI demi kemajuan olahraga bela diri warisan bangsa ini.
Dukungan tersebut secara khusus merujuk pada peran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang juga merupakan mantan Ketua Umum IPSI. Oktohari menyoroti bahwa IPSI sangat beruntung memiliki pemimpin negara yang sangat antusias terhadap pencak silat. Meskipun Prabowo tidak lagi menjabat Ketua Umum IPSI sejak 2025, ia telah menyatakan komitmen penuh untuk terus mendukung kemajuan pencak silat.
Tujuan utama dari dorongan ini adalah agar pencak silat tidak hanya berjaya di Indonesia atau Asia Tenggara, tetapi juga mendapatkan pengakuan global. Oktohari berharap amanah dari Presiden Prabowo Subianto dapat terwujud, yaitu menjadikan pencak silat sebagai olahraga kebanggaan Indonesia yang dikenal luas oleh masyarakat olahraga dunia, termasuk berpeluang tampil di ajang Olimpiade.
Dukungan Penuh dari Presiden untuk Pencak Silat
Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa IPSI berada dalam posisi yang sangat diuntungkan karena memiliki dukungan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Prabowo Subianto, yang memimpin IPSI dari tahun 2004 hingga 2025, dikenal memiliki antusiasme tinggi terhadap pencak silat.
Meskipun saat ini Prabowo Subianto telah mengemban tugas sebagai Presiden RI dan tidak lagi bersedia melanjutkan kepemimpinannya di IPSI, komitmennya terhadap pencak silat tidak luntur. Beliau menyatakan akan tetap memberikan dukungan penuh untuk kemajuan olahraga ini.
Oktohari berharap dukungan besar dari orang nomor satu di Indonesia ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengurus IPSI selanjutnya. Ini merupakan tugas besar untuk memastikan pencak silat dapat bergelora tidak hanya di tingkat nasional dan regional, tetapi juga di kancah dunia.
Perjalanan Pencak Silat Menuju Olimpiade
Upaya membawa pencak silat ke ajang Olimpiade bukanlah hal baru, bahkan Presiden Prabowo Subianto telah berinisiatif mendorong hal ini sebelum Olimpiade Paris 2024. Kala itu, Prabowo memimpin rapat khusus untuk memaksimalkan peluang pencak silat di kancah global, termasuk Olimpiade.
Hingga saat ini, berbagai tahapan penting telah dijalankan, termasuk sinergi dengan Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Proses ini menunjukkan keseriusan dalam memenuhi standar internasional yang diperlukan untuk pengakuan olahraga.
Pengakuan resmi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) terhadap pencak silat masih terus dikawal dengan harapan dapat segera terwujud. Oktohari juga berharap pencak silat dapat diikutsertakan dalam Youth Olympic dalam waktu dekat.
Untuk membawa pencak silat ke ajang sekelas Olimpiade, tentu saja harus mengikuti prosedur dan melengkapi berbagai persyaratan yang ketat. Ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pengurus IPSI yang akan datang.
Tantangan dan Harapan untuk Pengurus IPSI Mendatang
Munas XVI IPSI Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepengurusan selanjutnya. Oktohari menyebut bahwa ada 'PR' besar yang menanti pengurus baru terkait upaya globalisasi pencak silat.
Ketua Umum KOI berharap agar setelah Munas ini, pengurus baru IPSI dapat membentuk tim khusus. Tim ini harus benar-benar fokus mengawal proses serta melengkapi semua persyaratan yang diperlukan.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pencak silat dapat menembus ajang Olimpiade, mewujudkan impian menjadikan warisan budaya bangsa ini dikenal dan diakui di seluruh dunia.
Sumber: AntaraNews