KOI Berharap Ketua Umum IPSI Baru Miliki Kecintaan Kuat pada Pencak Silat

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyuarakan harapan agar Ketua Umum IPSI yang terpilih memiliki kecintaan mendalam pada pencak silat, melanjutkan dedikasi Prabowo Subianto.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KOI Berharap Ketua Umum IPSI Baru Miliki Kecintaan Kuat pada Pencak Silat
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyuarakan harapan agar Ketua Umum IPSI yang terpilih memiliki kecintaan mendalam pada pencak silat, melanjutkan dedikasi Prabowo Subianto. (AntaraNews)

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menyampaikan harapannya terhadap sosok pemimpin baru Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Harapan ini disampaikan seusai menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI Tahun 2026 di Jakarta. Munas ini akan memilih Ketua Umum PB IPSI periode 2026-2030 yang baru.

Munas IPSI yang berlangsung pada 10-11 April ini akan menentukan pengganti Prabowo Subianto, yang telah memimpin PB IPSI selama sekitar lima periode sejak tahun 2004. Prabowo sendiri telah menyatakan tidak lagi bersedia menjabat Ketua Umum IPSI.

Meski demikian, Prabowo memastikan akan tetap memberikan dukungan penuh terhadap pencak silat Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Presiden Republik Indonesia. Dukungan ini menjadi modal penting bagi kepemimpinan IPSI yang baru untuk membawa pencak silat semakin mendunia.

Raja Sapta Oktohari menekankan pentingnya pemimpin IPSI yang memiliki kecintaan kuat terhadap pencak silat. Menurutnya, sosok tersebut harus memiliki minat yang besar dan panggilan jiwa. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Oktohari menginginkan agar pemimpin baru IPSI memiliki panggilan jiwa yang sama seperti Prabowo Subianto. Dengan demikian, pencak silat dapat dikawal dengan hati dan kecintaan yang mendalam. Tujuannya adalah agar olahraga bela diri asli Indonesia ini semakin mendunia.

Kecintaan dan dedikasi yang kuat dianggap sebagai kunci utama untuk memajukan olahraga pencak silat. Pemimpin yang berjiwa besar akan mampu membawa IPSI ke tingkat internasional, memastikan warisan budaya bangsa terus berkembang dan dikenal luas.

Nama Menteri Luar Negeri Sugiono disebut-sebut sebagai kandidat favorit untuk menjadi Ketua Umum PB IPSI yang baru. Oktohari menyatakan bahwa Sugiono bukanlah sosok baru dalam dunia pencak silat karena saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI.

Menurut Raja Sapta Oktohari, Sugiono juga memiliki kepedulian yang besar terhadap pencak silat. Ia mencontohkan kehadiran Sugiono pada Kejuaraan Dunia di Abu Dhabi, di mana Sugiono berinteraksi langsung dengan federasi dari berbagai negara.

Prabowo Subianto, meskipun tidak lagi menjabat Ketua Umum IPSI, telah menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pencak silat. Dukungan ini datang dari posisinya sebagai Presiden RI. Ini menjadi modal besar bagi kepengurusan IPSI yang baru.

Dukungan dari Presiden diharapkan dapat dimaksimalkan oleh pengurus baru. Hal ini penting untuk mencapai tujuan membawa pencak silat semakin mendunia. Kolaborasi antar pihak menjadi krusial untuk kemajuan olahraga ini.

Siapa pun yang terpilih sebagai nakhoda baru PB IPSI, Raja Sapta Oktohari berharap pengurus baru dapat memaksimalkan dukungan yang ada. Dukungan besar dari Presiden menjadi fondasi kuat untuk mencapai visi ini. Tujuannya adalah agar pencak silat semakin dikenal di kancah internasional.

Visi untuk membawa pencak silat mendunia membutuhkan strategi yang komprehensif. Ini termasuk peningkatan kualitas atlet, pengembangan pelatih, dan promosi yang gencar di tingkat global. Peran aktif dalam federasi internasional juga sangat penting.

Kepemimpinan yang kuat dan berdedikasi akan menjadi motor penggerak utama. Dengan kecintaan yang tulus, pencak silat tidak hanya menjadi olahraga prestasi, namun juga menjadi duta budaya Indonesia di mata dunia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi