Prabowo Subianto Hadiri Munas XVI PB IPSI 2026, Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Munas XVI PB IPSI 2026 di Jakarta, membahas pemilihan ketua umum dan ambisi membawa pencak silat ke Olimpiade 2028.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI 2026. Acara penting ini berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu, 11 April 2026.
Kehadiran Prabowo Subianto pada pukul 13.30 WIB menarik perhatian, mengenakan kemeja hitam, kopiah hitam, serta kain sembong bernuansa emas dan merah marun. Kedatangannya disambut langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, menunjukkan pentingnya acara tersebut.
Munas XVI PB IPSI 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 10 hingga 11 April 2026, dengan agenda utama pemilihan ketua umum PB IPSI periode 2026-2030. Selain itu, forum ini juga menjadi platform strategis untuk mendorong pencak silat agar dapat dipertandingkan dalam ajang Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Fokus Utama Munas dan Ambisi Olimpiade
Musyawarah Nasional XVI PB IPSI 2026 memiliki dua agenda krusial yang akan menentukan masa depan organisasi dan olahraga pencak silat di Indonesia. Agenda utama adalah pemilihan Ketua Umum PB IPSI untuk periode 2026-2030, sebuah keputusan yang akan memimpin arah pengembangan pencak silat nasional.
Selain pemilihan kepemimpinan, Munas ini juga secara aktif mengusung upaya agar pencak silat dapat diakui dan dipertandingkan dalam Olimpiade 2028 di Los Angeles. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk mengangkat martabat pencak silat di kancah internasional dan memberikan panggung global bagi para atlet.
Wakil Ketua Umum PB IPSI, Sugiono, sebelumnya telah menekankan bahwa Munas XVI PB IPSI 2026 adalah momentum strategis bagi organisasi. Forum ini diharapkan merumuskan arah kebijakan serta program kerja yang efektif untuk memperkuat sistem pembinaan atlet dan meningkatkan kualitas kompetisi.
Tujuan lainnya adalah menjaga pelestarian nilai-nilai luhur pencak silat di tengah perkembangan pesat olahraga modern. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menyeimbangkan tradisi dengan tuntutan kompetisi global.
Kehadiran Tokoh Penting dan Peran Prabowo dalam Pencak Silat
Acara pembukaan Munas XVI PB IPSI 2026 dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi negara dan tokoh penting. Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan olahraga pencak silat di Indonesia.
Di antara para hadirin terdapat Wakil Ketua Umum PB IPSI yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menyambut kedatangan Presiden Prabowo. Turut hadir pula Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Prabowo Subianto sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam kepemimpinan pencak silat. Ia tercatat telah memimpin PB IPSI selama lima periode, sejak tahun 2004 hingga 2025.
Selain kepemimpinan di tingkat nasional, Prabowo juga menjabat sebagai Presiden Federasi Pencak Silat Dunia (Persilat) sejak tahun 2010 dan kembali terpilih pada Kongres 2022. Peran ganda ini menunjukkan dedikasi dan pengaruhnya yang signifikan dalam memajukan pencak silat baik di Indonesia maupun di kancah global.
Sumber: AntaraNews