Sugiono: Ketua Umum PB IPSI Baru Harus Jaga Silat untuk Bentuk Karakter Bangsa

Wakil Ketua Umum PB IPSI Sugiono menekankan pentingnya Ketua Umum PB IPSI terpilih untuk menjaga silat sebagai pembentuk karakter bangsa, di tengah Munas XVI IPSI 2026 yang akan memilih pemimpin baru.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sugiono: Ketua Umum PB IPSI Baru Harus Jaga Silat untuk Bentuk Karakter Bangsa
Wakil Ketua Umum PB IPSI Sugiono menekankan pentingnya Ketua Umum PB IPSI terpilih untuk menjaga silat sebagai pembentuk karakter bangsa, di tengah Munas XVI IPSI 2026 yang akan memilih pemimpin baru. (AntaraNews)

Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tahun 2026 telah dibuka di Jakarta pada Sabtu, 11 April 2026, dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum PB IPSI periode 2026-2030. Acara penting ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Prabowo Subianto yang telah menjabat sebagai Ketua Umum sebelumnya.

Wakil Ketua Umum PB IPSI periode 2021-2025, Sugiono, menyampaikan harapannya agar pemimpin baru mampu menjaga dan membawa silat sebagai sarana pembentukan karakter serta jiwa bangsa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Sugiono kepada awak media di sela-sela pembukaan Munas XVI IPSI.

Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden RI, telah menegaskan tidak bersedia untuk kembali mencalonkan diri. Oleh karena itu, Munas ini akan menjadi momen krusial untuk menentukan sosok Ketua Umum PB IPSI yang baru.

Sugiono menekankan pentingnya peran Ketua Umum PB IPSI dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus instrumen pembentuk karakter. Menurutnya, siapa pun yang terpilih harus memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam silat.

Munas XVI IPSI 2026 ini menjadi yang terakhir bagi Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum PB IPSI. Dengan kesibukannya sebagai Kepala Negara, Prabowo memilih untuk tidak melanjutkan kepemimpinannya di organisasi pencak silat tersebut.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa energi baru bagi perkembangan pencak silat di tingkat nasional maupun internasional. Fokus utama tetap pada bagaimana silat dapat terus berkontribusi dalam pembangunan karakter generasi muda Indonesia.

Nama Sugiono, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, santer disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat Ketua Umum PB IPSI. Ketika dikonfirmasi mengenai pencalonannya, Sugiono tidak membantah dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses Munas yang sedang berlangsung.

Dukungan terhadap Sugiono terlihat jelas saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pembukaan Munas. Beberapa peserta Munas secara spontan meneriakkan nama Sugiono ketika Prabowo menyinggung mengenai sosok Ketua Umum baru.

Sebelumnya, pada pra-Munas yang digelar Jumat (10/4), Ketua IPSI Sulawesi Tengah, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, mengungkapkan bahwa Sugiono mendapatkan banyak dukungan. Hal ini mengingat kesibukan Prabowo Subianto sebagai Presiden yang membuatnya tidak memungkinkan untuk kembali memimpin IPSI.

Abcandra menambahkan bahwa Sugiono dianggap layak meneruskan kepemimpinan dari Prabowo karena perannya sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI. Sosoknya dinilai memiliki perhatian besar terhadap kemajuan IPSI dan perkembangan pencak silat secara umum.

Pencak silat, lebih dari sekadar olahraga bela diri, merupakan cerminan budaya dan filosofi hidup bangsa Indonesia. Sugiono menekankan bahwa silat memiliki potensi besar untuk menanamkan nilai-nilai seperti disiplin, sportivitas, dan nasionalisme.

Pengembangan pencak silat yang berkelanjutan akan memastikan bahwa nilai-nilai tersebut terus diwariskan kepada generasi mendatang. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat identitas dan karakter bangsa melalui berbagai sektor.

Oleh karena itu, kepemimpinan baru di PB IPSI diharapkan mampu merumuskan program-program yang tidak hanya fokus pada prestasi atlet, tetapi juga pada pembinaan karakter. Tujuannya adalah mencetak individu yang tangguh fisik dan mental, serta berjiwa patriotik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi