Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Metro Jaya menggelar kegiatan "Jaga Jakarta On The Spot" (JJOTS) di Jalan Kelapa Hijau, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur. Program ini bertujuan utama untuk mengantisipasi dan mencegah aksi tawuran remaja di wilayah tersebut. Kehadiran jajaran kepolisian ini merupakan bagian dari upaya menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara langsung kepada warga.
Kombes Pol Joko Sulistio, Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa inisiatif ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Kegiatan JJOTS fokus pada pencegahan tawuran serta peningkatan kepedulian terhadap pergaulan anak-anak dan remaja di lingkungan tempat tinggal mereka.
Melalui sosialisasi ini, Polda Metro Jaya menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Unsur tiga pilar tingkat kelurahan, Ketua RT, LMK RW 01, Bhabinkamtibmas, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat turut dilibatkan dalam kegiatan ini.
Advertisement
Advertisement
Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS) melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan setempat. Unsur tiga pilar tingkat kelurahan, seperti Bhabinkamtibmas, berkolaborasi dengan Ketua RT, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 01, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Sinergi ini dianggap krusial untuk memperkuat sistem pengawasan di lingkungan permukiman. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi seluruh warga.
Kombes Pol Joko Sulistio menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Dibutuhkan komitmen dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Dalam sosialisasi JJOTS, Ditpamobvit Polda Metro Jaya mengimbau orang tua dan warga agar lebih aktif mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak mereka. Pengawasan ini sangat penting untuk menyaring informasi yang diakses oleh remaja.
Langkah proaktif ini bertujuan mencegah penyebaran konten provokatif yang dapat memicu konflik. Selain itu, pengawasan media sosial juga krusial untuk memutus potensi ajakan tawuran yang sering dikoordinasikan melalui platform digital.
Joko Sulistio menekankan bahwa media sosial dapat menjadi sarana koordinasi bagi aksi tawuran remaja. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi garda terdepan dalam membimbing dan mengawasi aktivitas daring anak-anak mereka.
Advertisement
Advertisement
Selain fokus pada pencegahan tawuran, Ditpamobvit Polda Metro Jaya juga mengingatkan warga untuk mewaspadai bahaya peredaran obat-obatan terlarang. Peredaran narkoba menjadi ancaman serius, khususnya di kalangan generasi muda.
Masyarakat diminta tidak ragu untuk segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungannya. Laporan cepat dari warga dapat membantu kepolisian dalam menindaklanjuti potensi kejahatan.
Kombes Pol Joko Sulistio menekankan bahwa partisipasi aktif warga dalam memberikan informasi sangat membantu aparat keamanan. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama.
Advertisement
Advertisement
Melalui program Jaga Jakarta, Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi aktif masyarakat. Program ini mencakup aspek menjaga warga, menjaga lingkungan, menjaga aturan, dan menjaga amanah.
Tujuan utama dari komitmen ini adalah demi terwujudnya situasi ibu kota yang aman, tertib, dan kondusif. Kepolisian berharap warga, tiga pilar, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat terus bersinergi.
Dengan kepedulian bersama, potensi tawuran dan penyalahgunaan obat terlarang dapat dicegah sejak dini. Ini mencerminkan pendekatan holistik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews