Update Perbaikan Jalan Lenteng Agung Amblas, Derasnya Aliran Air dari Danau UI ke Ciliwung Terlihat Jelas
Titik jalan gang amblas kini sudah dipasangi sembilan boks culvert. Boks culvert diketahui merupakan gorong-gorong air tertutup untuk saluran air.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Selatan, Iwan K Santoso mengatakan, perbaikan ruas Jalan Lenteng Agung Timur yang amblas beberapa hari lalu kini sudah mencapai 70 persen. Karena, hingga kini petugas silih berganti melakukan perbaikan di lokasi tersebut.
"(Perbaikan) Kita baru kurang lebih baru 70 persen, karena ada pengecoran nanti. Belum lagi pembersihan jalan," kata Iwan kepada wartawan usai meninjau perbaikan jalan, Minggu (31/5).
Ia menjelaskan, titik jalan gang amblas kini sudah dipasangi sembilan boks culvert. Boks culvert diketahui merupakan gorong-gorong air tertutup untuk saluran air yang berbentuk kotak.
Sebab, di bawah titik yang amblas tersebut adanya aliran air deras dari Danau Universitas Indonesia (UI) yang menuju ke Sungai Ciliwung.
"Kalau untuk pemasangannya (boks culvert) ini sudah 90 persen, karena tinggal satu boks lagi," tambah
Pantauan merdeka.com di lokasi, jalan di lokasi amblasnya jalan tersebut dipasangi sejumlah pelat besi. Sehingga, sejumlah pengendara tidak memiliki hambatan saat melalui jalan tersebut.
Namun, mereka yang melewati jalan amblas ini memperlambat lajunya atau tidak dengan kecepatan tinggi. Mulai dari kendaraan roda dua, empat atau lebih.
Meski tengah adanya perbaikan, tidak adanya kemacetan dan tetap ramai lancar kendaraan mobil maupun motor. Bahkan, setiap pengendara yang melalui jalan ini kerap melihat ke arah kiri atau dimana jalan diperbaiki.
Baru Ditambal Sebelum Amblas
Sebelumnya, Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, amblas hingga membentuk lubang besar di jalur arah Depok pada Kamis (28/5) malam. Ironisnya, titik jalan tersebut diketahui baru saja ditambal sehari sebelum kejadian.
Lubang menganga itu memiliki lebar sekitar tiga meter dengan kedalaman mencapai tiga meter dan panjang sekitar 16 meter. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas menuju Depok terganggu dan memicu kepadatan kendaraan di sekitar lokasi.
Kesaksian Warga
Seorang warga sekaligus penjaga warung di sekitar lokasi, Junaedi, mengatakan kerusakan jalan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, menurut dia, perbaikan tambal jalan dilakukan pada Kamis pagi sebelum akhirnya jalan amblas pada malam harinya.
"Ditambel kemarin, Kamis pagi," kata Junaedi saat ditemui di lokasi, Jumat (29/5).