Lubang Menganga di Jalanan Lenteng Agung, Panjangnya 16 Meter
Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) langsung turun tangan. Satu unit eskavator dikerahkan untuk membersihkan puing dan memasang plat baja di badan jalan.
Lubang menganga muncul di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (28/5) malam. Jalan amblas sepanjang 16 meter itu diduga dipicu gorong-gorong tua yang sudah keropos.
Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) langsung turun tangan. Satu unit eskavator dikerahkan untuk membersihkan puing dan memasang plat baja di badan jalan.
"Lubangnya lebar tiga meter, tinggi tiga meter, panjang kurang lebih 16 meter,” kata Kasatpel SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, Jumat (29/5).
Lokasi amblas berada di Jalan Lenteng Agung Raya. Dampaknya, jalur kendaraan yang semula dua lajur kini tinggal satu jalur. "Kita lakukan rekayasa lalu lintas. Tadinya dua jalur, sekarang hanya satu jalur. Kita maksimalkan jangan sampai ada kejadian jatuh lagi, makanya dipasang plat," ujarnya.
Pantauan di lokasi pukul 10.30 WIB, eskavator tampak menggerus sisa aspal yang masih menggantung di bibir lubang. Setelah itu, plat baja diturunkan menutup jalan yang ambles.
Akses kendaraan sempat ditutup sekitar 15 menit. Pengendara dihentikan sementara. Begitu plat terpasang, arus lalu lintas dibuka perlahan. Namun kondisi jalan masih padat. Warga berkerumun di sekitar lokasi. Ada yang merekam proses perbaikan, ada pula yang hanya melihat alat berat bekerja.
Menurut Sartono, dugaan awal mengarah pada kerusakan saluran air bawah tanah atau hong berukuran sekitar tiga meter yang melintas menuju Kali Ciliwung. "Ternyata ada crossing dengan hong ukuran tiga meter. Mungkin karena usia, jadi keropos,” ujar dia.
Beruntung, puing yang runtuh tidak sampai menyumbat aliran air. "Air tetap lancar. Yang jatuh itu sepertiganya, tertutup tanah. Sekarang sedang dibersihkan,” ujarnya.
Bersihkan Puing Pastikan Penyebab Kerusakan
SDA kini membersihkan puing untuk memastikan penyebab pasti kerusakan. “Ini lagi pembersihan puing. Kita mau lihat hongnya, apa karena karat atau sebab lain,” katanya.
Sebelum ambles terjadi, titik jalan itu ternyata sudah bermasalah. SDA mengaku menerima informasi pada Rabu malam. Keesokan paginya, SDA dan Bina Marga melakukan survei bersama.
Menurut Sartono, saat itu kerusakan yang terlihat baru sebatas jalan bergelombang di permukaan. Penanganan jalan dilakukan Bina Marga dengan perataan aspal dan pemasangan rambu.
"Harapannya setelah ditambal dan dikasih rambu, aman. Tapi ini akses satu-satunya. Walaupun sudah ada rambu, ada yang sedikit ditabrak. Akhirnya malamnya kejadian," katanya.
Sempat Menduga Saluran Bawah Tanah Rapuh
SDA sempat menduga saluran bawah tanah sudah rapuh. Namun petugas belum bisa memastikan karena kondisi saluran berair dan sulit diperiksa dari dalam.
"Setelah ambles baru ketahuan, ternyata hongnya rapuh," ucapnya.
Penanganan darurat bakal dilanjutkan dengan pemasangan box culvert ukuran dua meter oleh pihak ketiga melalui penunjukan langsung.
"Kemungkinan nanti malam. Siang ini kita rapikan dulu," kata Sartono.