Pemkab Probolinggo Gerak Cepat Perbaiki Infrastruktur Rusak Akibat Bencana
Pemerintah Kabupaten Probolinggo bergerak cepat memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana alam di wilayah timur. Simak langkah konkret dan strategi jangka panjang Pemkab Probolinggo dalam upaya Perbaikan Infrastruktur Probolinggo.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, mengambil langkah sigap untuk memulihkan sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam. Kerusakan ini melanda wilayah timur kabupaten setempat, termasuk Kecamatan Kraksaan, Besuk, hingga Kotaanyar. Bupati Probolinggo Mohammad Haris bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung lokasi terdampak pada Rabu, 1 April.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan proses perbaikan berjalan efektif dan efisien, serta memberikan dukungan moral kepada masyarakat. Bupati Haris menekankan pentingnya kesabaran dari warga yang terdampak, mengingat perbaikan tidak hanya harus cepat tetapi juga tepat. Hal ini krusial agar infrastruktur yang dibangun tidak kembali rusak saat menghadapi bencana serupa di kemudian hari.
Salah satu fokus utama peninjauan adalah jalan amblas yang vital sebagai penghubung Desa Talkandang, Glagah, dan Sumbercenteng. Selain itu, pembangunan jembatan di Dusun Poreng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar, juga menjadi prioritas. Langkah cepat Pemkab Probolinggo ini menunjukkan komitmen dalam menjaga konektivitas dan keamanan warga pascabencana.
Fokus Penanganan Titik Krusial Infrastruktur
Peninjauan Bupati Probolinggo Mohammad Haris menyoroti beberapa titik krusial yang memerlukan penanganan segera. Salah satunya adalah jalan amblas yang menghubungkan tiga desa penting, yaitu Desa Talkandang, Glagah, dan Sumbercenteng. Kerusakan ini mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut.
Selain jalan, pembangunan jembatan di Dusun Poreng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar, juga menjadi perhatian utama. Bupati Haris mengungkapkan adanya perubahan konsep desain untuk jembatan ini. Konsep baru ini bertujuan membuat jembatan lebih tinggi, sebagai upaya adaptasi terhadap kondisi alam dan potensi peningkatan debit air di masa mendatang.
Desain ulang jembatan ini menjadi langkah penting karena posisi jembatan sebelumnya dinilai terlalu rendah, sehingga sangat rentan terhempas arus deras saat debit air meningkat. Dengan pondasi yang dirancang lebih kuat dan konstruksi yang lebih adaptif, diharapkan jembatan ini dapat bertahan lebih lama. Meskipun membutuhkan waktu, Bupati Haris memastikan pengerjaan terus berjalan, termasuk penyediaan jembatan darurat untuk sementara.
Strategi Jangka Panjang dan Pencegahan Bencana
Pemkab Probolinggo tidak hanya berfokus pada perbaikan pascabencana, tetapi juga mulai mengkaji penyebab lain yang memperparah dampak bencana. Salah satu faktor yang diidentifikasi adalah alih fungsi lahan yang tidak terkontrol. Hal ini menjadi evaluasi bersama untuk penanganan bencana yang lebih komprehensif di masa depan.
Berdasarkan koordinasi dengan Perhutani, sekitar 40 persen lahan dinilai perlu dilakukan reboisasi. Upaya reboisasi ini diharapkan dapat membantu memulihkan fungsi ekologis lahan dan mengurangi risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor. Perhutani merupakan Badan Usaha Milik Negara yang memiliki tugas dan wewenang untuk mengelola sumber daya hutan negara di pulau Jawa dan Madura.
Bupati Haris menegaskan bahwa ke depan, pemerintah daerah tidak hanya akan memperbaiki kerusakan, tetapi juga berupaya mencegah agar dampak banjir dapat diminimalisir. Strategi ini mencerminkan pendekatan holistik dalam manajemen bencana, yang menggabungkan respons cepat dengan mitigasi jangka panjang.
Progres Teknis Perbaikan Infrastruktur di Lapangan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, menjelaskan progres teknis perbaikan di lapangan. Perbaikan jalan penghubung tiga desa di Desa Sumbercenteng sebenarnya sudah dimulai sejak sebulan lalu. Namun, prosesnya sempat terkendala teknis karena penggunaan box culvert pabrikasi.
Saat ini, enam unit box culvert berukuran 3x3 meter masih dalam proses pengeringan di pabrik Surabaya. Setelah proses pengeringan selesai, box culvert tersebut akan segera dikirim dan dipasang menggunakan crane serta alat berat. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada kendala, pengerjaan tetap berlanjut dengan perencanaan matang.
Untuk jembatan di Dusun Poreng, desain yang digunakan adalah baja komposit dengan gelagar kayu. Proses pabrikasi material sedang berlangsung, sementara pengerjaan abutment di lapangan terus dikebut. Begitu abutment selesai, struktur jembatan akan langsung dipasang, dan sisi kanan kiri akan diperkuat dengan bronjong agar lebih aman dan tahan lama.
Sumber: AntaraNews