BPBD Probolinggo Catat 1.379 Rumah Terdampak Bencana Hidrometeorologi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melaporkan 1.379 rumah terdampak bencana hidrometeorologi. Simak detail dampak bencana Probolinggo dan upaya penanganannya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mencatat sebanyak 1.379 rumah warga terdampak bencana hidrometeorologi. Peristiwa ini terjadi secara beruntun pada tanggal 11, 16, dan 17 Januari 2026 di berbagai wilayah di kabupaten tersebut.
Bencana berupa banjir, angin kencang, dan cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan signifikan. Infrastruktur vital serta ribuan warga mengalami dampaknya secara langsung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menegaskan bahwa timnya terus berupaya. Mereka melakukan asesmen lanjutan dan pendistribusian bantuan logistik di lapangan.
Ribuan Rumah Terdampak Bencana Hidrometeorologi
BPBD Kabupaten Probolinggo mengonfirmasi bahwa 1.379 rumah terdampak akibat serangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Kejadian ini berlangsung pada pertengahan Januari 2026, dengan puncak dampak pada tanggal-tanggal yang disebutkan. Bencana tersebut meliputi banjir, angin kencang, dan cuaca ekstrem yang secara kolektif menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat setempat.
Dampak bencana ini tersebar di sejumlah kecamatan, menyebabkan kerusakan pada permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oemar Sjarief menjelaskan bahwa angka 1.379 rumah yang terdampak ini masih bersifat dinamis. Pendataan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan semua korban teridentifikasi dan mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Wilayah yang paling parah terdampak banjir adalah Kecamatan Tongas, dengan total 590 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam. Disusul oleh Kecamatan Krejengan dengan 446 KK, Kecamatan Sumberasih 224 KK, Kecamatan Maron 104 KK, dan Kecamatan Leces 15 KK. Data ini menunjukkan skala kerusakan yang luas di beberapa titik.
Kerusakan Infrastruktur dan Wilayah Terdampak
Selain permukiman warga, bencana hidrometeorologi juga mengakibatkan kerusakan serius pada berbagai infrastruktur penting di Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan hasil asesmen sementara di lapangan, tercatat adanya kerusakan jembatan, plengsengan, dan fasilitas pendidikan. Beberapa infrastruktur bahkan mengalami kerusakan hingga putus, mengganggu konektivitas antarwilayah.
Fasilitas pendidikan di wilayah Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, juga tidak luput dari dampak cuaca ekstrem dan angin kencang. BPBD bersama instansi terkait telah melakukan asesmen awal untuk memastikan keamanan bangunan. Langkah ini penting demi menjamin aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman kembali.
Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya menghambat mobilitas warga. Namun, juga menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang signifikan. Upaya perbaikan dan pemulihan akan membutuhkan waktu serta koordinasi yang intensif dari berbagai pihak terkait.
Upaya Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan
BPBD Kabupaten Probolinggo terus bergerak cepat dalam menanggulangi dampak bencana yang terjadi. Mereka melakukan asesmen lanjutan di lokasi-lokasi terdampak untuk memverifikasi data dan kebutuhan warga. Pendistribusian bantuan logistik juga menjadi prioritas utama. Ini untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.
Koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan penanganan bencana berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Oemar Sjarief juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengindikasikan potensi cuaca ekstrem hingga 20 Januari 2026.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air,” kata Oemar Sjarief. Sampah yang menumpuk dapat memperparah banjir dan memperbesar dampak bencana. BPBD Probolinggo akan terus siaga dan hadir bersama masyarakat dalam upaya penanganan maupun mitigasi bencana.
Sumber: AntaraNews