BPBD Kediri Imbau Warga Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Puluhan Pohon Tumbang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mengimbau warganya untuk selalu siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem Kediri yang dapat menyebabkan dampak serius dan kerugian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Jawa Timur, mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh warga. Imbauan ini bertujuan agar masyarakat senantiasa siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kediri. Kondisi cuaca tersebut meliputi hujan deras yang kerap disertai angin kencang, sebagaimana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, pada Minggu (29/3) menjelaskan bahwa pihaknya secara masif menyebarkan informasi terkait prakiraan cuaca. Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan layanan aduan darurat Lapor Mbak Wali 112 jika sewaktu-waktu menemui situasi yang membahayakan. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko dan memastikan keselamatan warga.
Joko Arianto juga memberikan tips keselamatan bagi pengendara di tengah kondisi cuaca buruk. "Apabila sedang berkendara dan turun hujan lebat, segera berteduh di tempat yang aman," katanya. Ia juga menekankan pentingnya menghindari area berbahaya seperti berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame yang berisiko tinggi untuk roboh akibat terpaan angin kencang.
Dampak Signifikan Cuaca Ekstrem di Kediri
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang telah menimbulkan dampak yang signifikan di Kota Kediri. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan pohon di berbagai lokasi tumbang dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, satu unit mobil dilaporkan tertimpa pohon tumbang, serta sebuah warung milik warga juga mengalami kerusakan akibat kejadian serupa.
Selain insiden pohon tumbang, terdapat pula laporan mengenai satu unit rumah yang mengalami kerusakan parah. Rumah tersebut mengalami keretakan dan kerusakan berat pada bagian toilet dan dapur. Kerusakan ini diakibatkan oleh abrasi talud yang tidak mampu menahan terjangan air dan tanah selama cuaca ekstrem berlangsung.
Joko Arianto mengungkapkan, cuaca ekstrem yang terjadi pada Sabtu (28/3) malam menjadi pemicu utama insiden ini. Tercatat ada 18 titik pohon tumbang yang tersebar di wilayah Kecamatan Kota, Mojoroto, dan Pesantren. Beberapa lokasi terdampak meliputi Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Mauni, Jalan Nasional, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan GOR Jayabaya.
Langkah Cepat BPBD dan Kolaborasi Penanganan
Menanggapi dampak cuaca ekstrem, BPBD Kota Kediri segera mengambil tindakan cepat. Pihaknya langsung menerjunkan dua Unit Reaksi Cepat (URC) untuk melakukan asesmen awal dan evakuasi di lokasi terdampak. Proses penanganan ini dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai unsur terkait untuk memastikan efektivitas.
Kolaborasi penanganan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kediri, serta aparat TNI dan Polri. Sinergi ini bertujuan untuk mempercepat proses evakuasi pohon tumbang dan perbaikan jaringan listrik yang terganggu.
Beberapa warga yang terdampak insiden ini sempat mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Beruntungnya, kondisi mereka tidak mengalami luka serius, hanya merasakan kaget akibat kondisi cuaca yang ekstrem. Namun, seorang pengendara di Jalan Tirtosari mengalami luka ringan setelah tertimpa pohon tumbang dan telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di RS Gambiran.
Pentingnya Kewaspadaan dan Pemulihan Kondisi
Dampak lain dari pohon tumbang adalah pemadaman listrik di beberapa wilayah serta tersendatnya arus lalu lintas. Meskipun demikian, Joko Arianto memastikan bahwa aliran listrik di sebagian besar lokasi terdampak sudah menyala kembali. Arus lalu lintas juga telah berangsur normal setelah mayoritas dahan dan pohon dievakuasi dari jalan raya.
Pengangkutan sisa material pohon tumbang akan dilanjutkan oleh dinas terkait untuk memastikan kebersihan dan keamanan lingkungan. BPBD Kota Kediri terus mengimbau warga agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Warga diminta menjauhi hal-hal yang bisa membahayakan, termasuk berteduh di bangunan yang rawan ambruk.
Sumber: AntaraNews