BPBD Bondowoso Ingatkan Warga Waspada Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat untuk waspada pohon tumbang di tengah cuaca ekstrem. Peringatan ini menyusul insiden pohon tumbang yang melukai tiga orang di Bondowoso akibat angin kencang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengeluarkan peringatan serius bagi para pengguna jalan. Masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap potensi pohon tumbang yang dapat terjadi kapan saja.
Imbauan ini disampaikan menyusul kondisi cuaca buruk yang masih melanda wilayah setempat, ditandai dengan intensitas angin kencang. Kondisi ini telah berlangsung selama dua pekan terakhir, memicu berbagai insiden bencana alam di Bondowoso.
Peringatan kewaspadaan ini menjadi krusial setelah serangkaian kejadian pohon tumbang dan banjir yang melanda beberapa daerah di Bondowoso. BPBD menegaskan pentingnya kehati-hatian guna menghindari risiko dan dampak yang tidak diinginkan.
Insiden Pohon Tumbang di Jalan Raya Wringin
Pada Jumat (16/1) lalu, angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jalan Raya Wringin, Desa Sumber Malang, Kecamatan Wringin. Insiden nahas ini menimpa sebuah mobil dan pengendara roda dua yang sedang melintas di lokasi.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka. Korban pengendara roda dua merupakan sepasang suami istri bersama seorang anak yang sepeda motornya tertimpa pohon tumbang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa korban Kasno (suami) mengalami luka pada kaki dan dislokasi bahu kanan. Sementara itu, Murni Artika (istri) dan Humaira Abidah (putrinya) mengalami luka ringan. Semua korban segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Dampak Cuaca Ekstrem di Berbagai Wilayah Bondowoso
Cuaca ekstrem tidak hanya menyebabkan insiden pohon tumbang, tetapi juga memicu bencana lain di Bondowoso. Pekan sebelumnya, Kabupaten Bondowoso dilanda banjir luapan air sungai yang berdampak pada sekitar 900 rumah warga di Kecamatan Cerme.
Banjir ini terjadi akibat debit air sungai yang meluap dan tidak mampu ditampung, merendam pemukiman warga di empat desa. Meskipun ketinggian air sempat mencapai sekitar 25 cm, kondisi pagi harinya sudah mulai surut.
Selain banjir, angin kencang juga memporak-porandakan seratusan rumah warga di tujuh desa Kecamatan Pujer. Banyak pohon juga tumbang di wilayah tersebut, menambah daftar kerusakan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Imbauan Kewaspadaan dari BPBD Bondowoso
Melihat serangkaian bencana yang terjadi, BPBD Bondowoso terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menekankan pentingnya kehati-hatian saat berkendara di jalan raya, terutama ketika angin bertiup kencang.
Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang atau hujan deras. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko terjadinya insiden serupa dan melindungi keselamatan jiwa serta harta benda.
BPBD juga mengingatkan agar masyarakat segera melaporkan kejadian bencana ke pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Kesiapsiagaan bersama adalah kunci dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem yang terus berlanjut.
Sumber: AntaraNews