Fakta Unik Pasar Murah Gubernur Jatim: Telur Gratis untuk Bumil, Jaga Harga & Inflasi Tetap Terkendali!
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa rutin menggelar Pasar Murah di berbagai daerah. Langkah strategis ini tak hanya menjaga stabilitas harga, tapi juga mengendalikan inflasi. Bagaimana dampaknya bagi masyarakat?
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus menggalakkan program pasar murah di berbagai wilayah. Inisiatif ini bertujuan ganda, yaitu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan laju inflasi daerah. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat di berbagai kabupaten/kota.
Salah satu pelaksanaan terbaru berlangsung pada 1 November di Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, dan Kecamatan Besuki, Situbondo. Dalam kegiatan tersebut, berbagai bahan pokok esensial dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Ini memberikan angin segar bagi warga yang ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Khofifah menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk perhatian konkret dari Pemprov Jatim. Seluruh komoditas yang ditawarkan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat luas.
Strategi Pemprov Jatim Menjaga Stabilitas Harga
Pasar murah yang rutin diadakan Pemprov Jatim ini memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas harga. Gubernur Khofifah menekankan bahwa program ini adalah upaya nyata untuk memastikan ketersediaan bahan pokok. Tujuannya agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan dasar dengan harga yang wajar dan tidak memberatkan.
Berbagai komoditas strategis dijual di bawah HET, termasuk beras, minyak goreng, dan telur ayam. Misalnya, beras premium ditawarkan Rp14.000/kilogram (kg) dan beras SPHP Rp11.000/kg. MinyaKita dijual Rp13.000/liter, sementara telur ayam ras Rp22.000/pack.
Selain itu, harga gula pasir ditetapkan Rp14.000/kg. Bawang merah dijual Rp7.000/250 gram dan bawang putih Rp6.000/250 gram. Tepung terigu seharga Rp10.000/kg dan daging ayam ras Rp33.000/pack melengkapi daftar barang yang terjangkau.
Penjualan dengan harga khusus ini secara langsung membantu menekan potensi kenaikan harga di pasar umum. Ini juga menjadi instrumen efektif dalam mengendalikan laju inflasi. Dengan demikian, daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi ekonomi.
Dampak Positif dan Antusiasme Masyarakat
Program pasar murah ini tidak hanya berfokus pada penjualan bahan pokok murah, tetapi juga memberikan bantuan langsung. Gubernur Khofifah secara pribadi membagikan telur ayam gratis kepada ibu hamil dan warga yang membawa anak kecil. Inisiatif ini menambah nilai positif dari kegiatan tersebut.
Selain itu, beras SPHP juga dibagikan secara gratis kepada para lansia yang hadir di lokasi pasar murah. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan sosial di Jawa Timur.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam setiap pelaksanaan pasar murah. Salah satu warga Bondowoso, Jamilah, mengungkapkan rasa senangnya. "Ternyata dapat gratis 1 kilogram telur dari Bu Khofifah, terima kasih Bu Gubernur, senang sekali. Seandainya bisa ada kegiatan seperti ini lagi di sini," ujarnya.
Pengakuan Jamilah mencerminkan bagaimana program ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran pasar murah dengan harga terjangkau dan bonus tambahan menjadi solusi konkret. Ini juga membangun ikatan positif antara pemerintah provinsi dan warganya.
Sumber: AntaraNews