Pemuda 'Agak Lain' Tergoda Curi Celana Dalam Wanita lagi Dijemur, Diinterogasi Polisi Senyum-Senyum Malu
Peristiwa ini terjadi di Jalan Inspeksi Kanal PAM Nipa-nipa, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, dan sempat viral di media sosial.
Seorang pemuda berinisial ML (25) harus berurusan dengan warga setelah kepergok mencuri celana dalam wanita yang sedang dijemur. Peristiwa ini terjadi di Jalan Inspeksi Kanal PAM Nipa-nipa, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, dan sempat viral di media sosial karena pelaku dihakimi warga.
Kapolsek Manggala, Semuel To'longan, mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada Senin (27/4) sekitar pukul 01.30 Wita.
"Peristiwa itu terjadi di Jalan Inspeksi Kanal PAM Nipa-nipa. Terduga pelaku disebut secara diam-diam mengambil dua celana dalam milik seorang warga yang saat itu sedang dijemur," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4).
Kepergok Warga saat Beraksi
Aksi pelaku terungkap setelah gerak geriknya yang mencurigakan diperhatikan oleh warga sekitar yang masih beraktivitas pada malam hari. Kecurigaan tersebut terbukti ketika diketahui bahwa barang yang diambil adalah pakaian dalam wanita.
"Ada tetangga korban memergoki (pelaku), langsung dikasih duduk di situ. Dia tidak kenal dengan pemilik celana dalam," sebutnya.
Menurut Semuel, awalnya pelaku hanya melintas di lokasi sebelum akhirnya tergoda melihat jemuran pakaian dan memutuskan untuk berhenti.
"Dia melintas, lihat celana dalam, singgah. Kita kira dia mencuri apa, ternyata celana dalam," jelasnya.
Situasi Sempat Memanas
Warga yang geram atas perbuatan pelaku sempat meluapkan emosi. Situasi di lokasi pun memanas dan hampir berujung pada aksi main hakim sendiri. Pelaku saat itu sudah dikerumuni massa dan berada di sekitar rumah korban ketika polisi tiba di lokasi.
"Iya di jemuran, datang anggota di lokasi. Dimassa segala macam, apa di situ, sama pemilik rumah," terangnya.
Beruntung, aparat dari Polsek Manggala bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Pelaku segera diamankan untuk menghindari amukan massa yang lebih besar.
"Untung cepat di respon dibawa ke kantor, kalau tidak banyak warga datang," Semuel menuturkan.
Terkait motif, pihak kepolisian menduga pelaku memiliki kecenderungan atau kelainan tertentu yang mendorongnya melakukan aksi tersebut.
"Motifnya karena ada kelainan dengan itu orang. Saya tanya dia senyum-senyum saja, senyum-senyum malu-malu," ucapnya.