Komplotan WNA Curi Jam Tangan Mewah di Salah Satu Mal di Bali
Aksi pencurian komplotan warga asing yang belum diketahui identitasnya ini, terekam CCTV dan menjadi viral di media sosial, pada Jumat (19/6).
Komplotan warga negara asing (WNA) diduga melakukan pencurian sebuah jam tangan seharga Rp5,8 juta di sebuah toko yang berlokasi di sebuah mal di Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali.
Aksi pencurian komplotan warga asing yang belum diketahui identitasnya ini, terekam CCTV dan menjadi viral di media sosial, pada Jumat (19/6).
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, peristiwa itu terjadi di sebuah stan toko jam di mal dan diketahui pada Senin (15/6) sekitar pukul 11.00 Wita.
"Barang yang hilang jam merk Seiko type SSB 446p1 buatan Jepang. Kerugian Rp5.800.000," kata Iptu Adi Saputra, Jumat (19/6).
Saat itu, karyawan toko bernama Zaidatul (24) dan Kadek susila Arya Putra (22), pada Minggu (15/6) sekitar pukul 19.40 Wita, didatangi empat orang warga asing, dua orang laki-laki dan dua perempuan.
Kemudian, keempat warga asing ini menanyakan jam merk Seiko kepada karyawan. Namun, dua orang perempuan warga asing ini mengalihkan pembicaraan kepada kasir dan menanyakan harga di dolar dan dua pria warga asing lainnya berpura-pura melihat-lihat jenis jam lainnya.
Selanjutnya, mereka membatalkan membeli jam tersebut dan karyawan meletakan jam di tempat semula. Kemudian, salah satu warga asing menanyakan jam tangan yang lain dan kembali tidak membelinya. Lalu, keempat warga asing keluar dan berlalu pergi.
Kemudian, pada Senin (15/6) pemilik stan toko menanyakan ke pada karyawan karena jam merk Seiko buatan Jepang sudah tidak ada atau raib.
"Setelah dicek CCTV melihat WNA yang ngambil jam tersebut dan sesuai rekaman CCTV yang ada di sekitar mal. Atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Denpasar Utara untuk penangan lebih lanjut," imbuhnya.
Kini pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait aksi pencurian tersebut dan para pelaku belum tertangkap.
"Saat ini unit Reskrim Polsek Denpasar Utara tengah melakukan penyelidikan terkait dengan laporan tersebut," ujarnya.