Sempat Kabur Bareng Keluarga, Siswi SMP Pembunuh Guru Usai Dipergoki Mencuri Ditangkap
Pelaku ditangkap di tempat pelariannya di Rantau Alai, Ogan Ilir, Sumatra Selatan.
Setelah sempat kabur bersama keluarganya, siswi SMP inisial YS (16) yang membunuh seorang guru SD, SK (47), akhirnya ditangkap polisi. Pelaku berdalih panik karena ketahuan mencuri.
Pelaku ditangkap di tempat pelariannya di Rantau Alai, Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Siswi kelas VII SMP itu kini menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.
"Benar, tersangka sudah kita tangkap di Ogan Ilir," ungkap Kasatreskrim Polres OKU Selatan AKP Aston L Sinaga, Rabu (17/6).
Alasan Membunuh
Dalam pemeriksaan, tersangka YS mengakui perbuatannya. Dia panik begitu aksi pencurian diketahui pemilik rumah sehingga spontas mengambil pisau dan menusuk korban.
"Pengakuannya dalam kondisi panik karena dipergoki korban," kata Aston.
Takut ditangkap polisi dan diamuk warga setempat, tersangka kabur bersama orangtuanya. Keberadaannya terendus di Ogan Ilir hingga dilakukan penangkapan.
Kronologi Pembunuhan
Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. Tersangka yang berstatus anak di bawah umur, bakal menjalani proses hukum sesuai Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), termasuk penyesuaian terhadap ancaman pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan yang berprofesi guru SD inisial SK (47) tewas usai ditusuk siswi SMP, YS (16) saat memergoki pelaku sedang berada di rumahnya di Kecamatan Buay Pemaca, OKU Selatan, Sumsel, Selasa (9/6) pagi. Rumah korban berada di kompleks salah satu SMP.
Panik dipergoki, pelaku mengambil pisau di dapur lalu menusuk perut korban lalu melarikan diri. Korban yang terluka parah keluar dari rumah sehingga dilarikan warga ke rumah sakit.
Kondisi kesehatan korban memburuk hingga dirujuk ke RS di Palembang. Dua hari perawatan, korban meninggal dunia.