Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh (46), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di rumahnya di Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kabupaten Purwakarta, Minggu (14/6) malam.
Korban diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemkab Purwakarta.
"Korban merupakan Pegawai Negeri Sipil di Pemda Kabupaten Purwakarta," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan dalam keterangan yang diterima, Selasa (16/6).
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh istri korban, Widia (38), yang baru pulang ke rumah setelah menghadiri acara wisuda kelulusan anak mereka.
Setibanya di rumah, Widia mendapati pintu rumah dalam keadaan tertutup dan terkunci dari dalam. Upayanya memanggil korban tidak mendapat respons.
Karena khawatir, ia kemudian memutuskan masuk ke dalam rumah melalui jendela yang berada di area dapur bagian belakang.
"Pintu keadaan tertutup dan terkunci," ucap dia.
Advertisement
Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, Widia membuka pintu kamar dan mendapati suaminya sudah tergeletak tidak bernyawa di sudut ruangan dengan kondisi bersimbah darah.
"Korban ditemukan posisi telentang dengan kepala berada di sudut pintu kamar dan bersimbah darah," ungkap dia.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban, yakni tiga luka tusuk di bagian leher, satu luka sobek di area ulu hati, serta memar di beberapa bagian tubuh lainnya.
Temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian.
Advertisement
Selain menemukan jasad korban, petugas juga menemukan sebilah pisau yang berada tidak jauh dari tubuh korban.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban sebagai barang bukti. Namun, berdasarkan pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya barang berharga yang hilang dari rumah tersebut.
Fakta itu membuat penyidik masih terus mendalami berbagai kemungkinan terkait penyebab kematian korban.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih guna menjalani proses autopsi.
"Jenazah dibawa ke RS Sartika Asih untuk diautopsi," kata dia.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat tindak pembunuhan atau karena sebab lainnya. Hasil autopsi dan penyelidikan lanjutan akan menjadi dasar untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang menewaskan pejabat Pemkab Purwakarta tersebut.