Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sedang mengupayakan bantuan penyambungan listrik bagi warganya. Sebanyak 25 keluarga di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, saat ini belum memiliki akses listrik mandiri. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena listrik merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat.
Camat Banjarejo, Heksa Wismaningsih, menyatakan bahwa keluarga-keluarga tersebut masih bergantung pada aliran listrik dari rumah tetangga. Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk merealisasikan program Bantuan Listrik Blora. Upaya ini diharapkan dapat memberikan solusi permanen bagi warga yang membutuhkan.
Kepala Desa Buluroto, Margono, juga mengakui adanya 25 kepala keluarga yang belum tersambung listrik secara mandiri. Pemerintah desa siap menindaklanjuti setiap program bantuan penyambungan listrik. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi masalah akses energi.
Advertisement
Advertisement
Sebanyak 25 keluarga di Desa Buluroto hingga kini masih menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan akses listrik mandiri. Mereka terpaksa menyambung aliran listrik dari rumah tetangga, sebuah kondisi yang telah berlangsung puluhan tahun bagi sebagian warga. Ketergantungan ini menyoroti kesenjangan akses energi di wilayah pedesaan.
Salah satu warga, Sarni (90), mengakui belum memiliki biaya yang cukup untuk menyambung listrik PLN secara mandiri. Anaknya, Sukarjo (66), yang sehari-hari berjualan es keliling, juga belum mampu mengumpulkan dana untuk kebutuhan Bantuan Listrik Blora tersebut. Situasi ekonomi menjadi penghalang utama bagi keluarga ini untuk menikmati fasilitas listrik yang layak.
Selain masalah sambungan listrik, keluarga Sarni juga masih mengandalkan kayu bakar untuk memasak karena dinilai lebih terjangkau. Kebutuhan air bersih mereka penuhi dari sumur manual yang berada di sekitar rumah. Potret ini menggambarkan kondisi prasejahtera yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Blora tidak tinggal diam melihat kondisi warganya yang belum teraliri listrik mandiri. Camat Banjarejo, Heksa Wismaningsih, menegaskan akan terus berupaya mengoordinasikan dengan pihak terkait agar bantuan dapat masuk ke wilayahnya. Koordinasi ini penting untuk menemukan solusi terbaik bagi masyarakat.
Meskipun kebijakan efisiensi anggaran berpotensi menjadi kendala bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merealisasikan program bantuan, Heksa memastikan koordinasi akan terus dilakukan. Tujuannya adalah agar peluang Bantuan Listrik Blora tetap terbuka lebar bagi masyarakat yang membutuhkan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah.
Kepala Desa Buluroto, Margono, juga menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk menindaklanjuti setiap program bantuan penyambungan listrik. Baik dari pemerintah maupun pihak lain, bantuan tersebut sangat diharapkan untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa sangat krusial dalam mengatasi masalah ini.
Advertisement
Advertisement
Program bantuan penyambungan listrik gratis, seperti Light Up The Dream (LUTD) yang dijalankan PT PLN (Persero), dinilai memiliki potensi besar. Program ini dapat membantu masyarakat prasejahtera memperoleh akses listrik yang layak. Kehadiran program Bantuan Listrik Blora semacam ini sangat dinantikan di Desa Buluroto.
Program LUTD diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Dengan adanya Bantuan Listrik Blora melalui skema ini, warga dapat menikmati penerangan, mendukung aktivitas ekonomi, dan meningkatkan taraf kesehatan. Akses listrik adalah kunci kemajuan.
Pemerintah daerah dan desa berharap agar program-program serupa dapat menyentuh langsung warga yang paling membutuhkan. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN seperti PLN, dan pihak swasta lainnya sangat diperlukan. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada lagi keluarga yang tertinggal dalam menikmati fasilitas dasar energi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews