Jembatan Darurat Probolinggo Putus Lagi Diterjang Banjir, Akses Warga Terdampak
Jembatan darurat penghubung antardusun di Probolinggo kembali putus diterjang banjir akibat cuaca ekstrem, menyebabkan akses warga terdampak dan memerlukan penanganan segera.
Jembatan darurat penghubung antardusun di Desa Banjarsari, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kembali putus pada Jumat (30/1/2026) malam. Insiden ini terjadi setelah jembatan tersebut diterjang banjir deras akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Kondisi ini memperparah situasi aksesibilitas warga setempat yang sebelumnya sudah terdampak.
Putusnya jembatan ini merupakan kali kedua dalam beberapa minggu terakhir, setelah jembatan permanen di lokasi yang sama juga ambruk pada Sabtu (17/1/2026). Jembatan darurat ini sebelumnya dibangun untuk sementara waktu guna memastikan mobilitas masyarakat. Namun, derasnya aliran air hujan kembali tidak mampu ditahan oleh konstruksi sementara tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyatakan bahwa jembatan darurat tersebut memang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Hal ini disebabkan oleh bentangannya yang cukup panjang dan posisinya di jalur aliran air berdebit besar saat hujan deras. Pemerintah daerah kini tengah mengupayakan langkah penanganan lebih lanjut.
Jembatan Darurat Tak Kuat Menahan Terjangan Banjir
Jembatan darurat yang menghubungkan Dusun Beji dengan Dusun Banjarsari di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, tidak mampu bertahan dari terjangan banjir. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam, 30 Januari 2026, menyusul hujan deras yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Jembatan ini adalah pengganti jembatan permanen yang rusak sebelumnya.
Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menjelaskan bahwa lokasi jembatan sangat rentan terhadap terjangan air. Bentangan jembatan yang panjang dan posisinya di jalur aliran air yang besar menjadi faktor utama kerentanan tersebut. Peninjauan langsung telah dilakukan untuk memastikan dampak dan menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Sebelumnya, jembatan permanen di lokasi yang sama telah putus pada tanggal 17 Januari 2026 akibat banjir. Pembangunan jembatan darurat ini bertujuan untuk memulihkan akses masyarakat. Namun, kondisi cuaca ekstrem yang terus berlanjut menyebabkan struktur sementara ini kembali rusak.
Akses Alternatif dan Rencana Penanganan Jembatan Probolinggo
Meskipun jembatan darurat putus, Sekda Ugas Irwanto memastikan bahwa masyarakat tidak sepenuhnya terisolasi. Terdapat jalur penyeberangan alternatif yang masih bisa digunakan oleh warga untuk beraktivitas. Jembatan darurat ini bukan satu-satunya akses penghubung antardusun di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan segera melakukan asesmen komprehensif untuk menentukan metode penanganan yang paling tepat terhadap jembatan tersebut. Pembangunan kembali jembatan permanen akan menjadi prioritas. Namun, proses ini akan menunggu kondisi cuaca yang lebih stabil dan aman untuk pengerjaan konstruksi.
BPBD Kabupaten Probolinggo bersama pemerintah kecamatan dan desa terus memantau lokasi jembatan yang putus. Pemantauan ini penting untuk memastikan keselamatan warga dan mencegah mereka melintas di area berbahaya. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan demi penanganan yang efektif.
Imbauan Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat di Tengah Cuaca Ekstrem
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras di wilayah Probolinggo. Kondisi cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan banjir susulan dan kerusakan infrastruktur lainnya. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama.
Warga juga diminta untuk tidak memaksakan diri melintas di area yang berpotensi membahayakan keselamatan. Petunjuk dan peringatan dari petugas di lapangan harus dipatuhi demi menghindari insiden yang tidak diinginkan. Informasi terkini mengenai kondisi jalur alternatif akan terus disampaikan.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera memulihkan aksesibilitas warga. Namun, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keselamatan diri sangat dibutuhkan. Kerjasama antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam menghadapi dampak bencana alam.
Sumber: AntaraNews