Akses ke Madakaripura Terputus, Jembatan Ambrol dan Ditutup Sementara
Peristiwa ini diduga dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam.
Akses menuju destinasi wisata Air Terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terputus total setelah jembatan penghubung ambruk. Peristiwa ini diduga dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyatakan, badan jembatan mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Polisi telah memasang garis polisi dan rambu peringatan di sekitar lokasi kejadian.
"Untuk sementara, akses menuju Air Terjun Madakaripura kami tutup demi keselamatan masyarakat," ujarnya, Senin (30/3).
Destinasi Unggulan
Air Terjun Madakaripura, yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur dengan ketinggian sekitar 200 meter, kini tidak bisa dikunjungi wisatawan.
Penutupan ini berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata. Menurut data Dinas Pariwisata Probolinggo, sebelum kejadian, rata-rata kunjungan wisatawan mencapai 500–700 orang per pekan, terutama saat akhir pekan.
AKBP Latif juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas karena kondisi jembatan sudah tidak memungkinkan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
"Bagi warga, khususnya yang berada di daerah rawan longsor dan banjir, diminta tetap waspada. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada pihak berwenang," katanya.
Terpantau Aman
Hingga saat ini, situasi di lokasi terpantau aman dengan pengawasan pihak kepolisian yang bersinergi dengan instansi terkait. Pemerintah daerah bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur tengah menyiapkan langkah darurat berupa pembangunan jembatan sementara agar akses menuju Madakaripura bisa segera dibuka kembali.
Kasus ini menambah daftar kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem di Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Tapal Kuda, termasuk Probolinggo, hingga awal April 2026.