Pemkab Probolinggo Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir Probolinggo Hingga 1,5 Meter

Pemerintah Kabupaten Probolinggo sigap melakukan evakuasi warga di lima kecamatan yang terdampak Banjir Probolinggo dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Simak langkah darurat dan pencegahan yang diambil.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Probolinggo Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir Probolinggo Hingga 1,5 Meter
Pemerintah Kabupaten Probolinggo sigap melakukan evakuasi warga di lima kecamatan yang terdampak Banjir Probolinggo dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Simak langkah darurat dan pencegahan yang diambil. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bergerak cepat mengevakuasi warga yang terdampak Banjir Probolinggo pada Minggu dini hari. Ketinggian air mencapai 1,5 meter di lima kecamatan di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, lima kecamatan yang terdampak meliputi Krejengan, Kraksaan, Besuk, Gading, serta Kotaanyar, khususnya di Desa Tambak Ukir.

Respons cepat ini dilakukan setelah adanya laporan tanggul jebol di pinggiran sungai, menyebabkan permukiman warga terendam. Keselamatan warga menjadi prioritas utama penanganan darurat ini.

Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief, menyatakan bahwa banjir di Kecamatan Kraksaan merupakan yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai 1,5 meter di beberapa titik.

Tim gabungan BPBD bersama TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya terus melakukan upaya evakuasi secara intensif. Warga yang sakit segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan medis.

Sementara itu, warga lansia dievakuasi ke Kantor Kecamatan Kraksaan guna mendapatkan penanganan lebih lanjut dan tempat yang aman. Kehadiran pemerintah daerah sangat dirasakan di tengah musibah ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, turun langsung ke lapangan mewakili Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo. Peninjauan ini bertujuan memastikan proses evakuasi berjalan optimal dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Dalam kunjungannya, Sekda Ugas meninjau wilayah Patemon di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan. Di lokasi tersebut, ditemukan tumpukan sampah yang signifikan menghambat aliran sungai.

Tumpukan sampah ini diduga memperparah luapan air, menjadi salah satu faktor utama penyebab parahnya Banjir Probolinggo. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Sekda Ugas menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanggul. Normalisasi aliran sungai juga akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Selain penanganan darurat, Pemkab Probolinggo juga akan mengambil langkah-langkah pencegahan jangka panjang. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi bagian penting dari solusi.

Pemerintah daerah juga mengimbau agar masyarakat tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai. Hal ini untuk menjaga fungsi sungai sebagai jalur aliran air dan meminimalisir risiko Banjir Probolinggo.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Probolinggo segera mendistribusikan bantuan sementara berupa nasi bungkus. Bantuan ini ditujukan untuk kebutuhan sahur warga terdampak di kelima kecamatan tersebut.

Pemkab Probolinggo memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor hingga kondisi kembali normal. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan aliran sungai demi meminimalisir risiko banjir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi