Nilai TKA Jadi Faktor Utama Seleksi, SPMB SMAN 1 Semarang Gunakan Bobot 50 Persen

Panitia pelaksana menyebut kebijakan tersebut mengikuti arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Nilai TKA Jadi Faktor Utama Seleksi, SPMB SMAN 1 Semarang Gunakan Bobot 50 Persen
Nilai TKA Jadi Faktor Utama Seleksi, SPMB SMAN 1 Semarang Gunakan Bobot 50 Persen (Merdeka.com)

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di SMAN 1 Semarang mulai menerapkan penggunaan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu komponen utama dalam proses seleksi peserta didik.

Panitia pelaksana menyebut kebijakan tersebut mengikuti arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendorong pemanfaatan TKA sebagai instrumen untuk memetakan kemampuan akademik calon siswa secara lebih terukur.

Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Semarang, Budi Handoyo, menilai penerapan TKA dapat memperkuat kualitas proses seleksi karena memberikan parameter tambahan di luar capaian prestasi lainnya.

"Kalau pakai TKA secara kualitas lebih bagus. Sehingga yang jadi parameternya lebih baik. Kita tentu apresiasi dengan adanya keputusan kementerian," kata Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Semarang, Budi Handoyo, Senin (22/6/2026).

TKA Miliki Kontribusi Sebesar 50

Dalam skema penerimaan yang diterapkan tahun ini, nilai TKA memiliki kontribusi sebesar 50 persen terhadap penentuan hasil seleksi. Komponen tersebut dinilai cukup signifikan untuk memengaruhi peluang peserta diterima.

Dari hasil pemetaan sementara, capaian nilai peserta pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tercatat cukup tinggi dengan rata-rata mencapai 96,00. Sementara itu, proses verifikasi untuk jalur prestasi dan TKA mulai dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026.

"Yang hasil nilai TKA para siswa ini sangat menentukan. Karena misalnya kalau prestasi siswa jelek bisa dikatrol dari nilai TKA. Bobot nilainya 50 persen sendiri," ungkapnya.

Hingga tahap verifikasi berjalan, jumlah peserta yang telah dinyatakan terverifikasi di SMAN 1 Semarang tercatat mencapai 292 orang. Sekolah membuka beberapa jalur penerimaan, yakni domisili, afirmasi, serta jalur prestasi berbasis TKA.

"Jadi untuk verifikasi penerimaan dari jalur domisili, katanya diadakan empat hari mulai Senin (22/7/2026) sampai Kamis (26/7/2026)," jelasnya.

Pasrah dan Cemas

Pada jalur domisili, panitia juga menemukan variasi jarak tempat tinggal calon peserta. Kandidat dengan lokasi rumah paling dekat tercatat hanya berjarak sekitar 185 meter dari sekolah dan berasal dari kawasan Mugasari. Sementara peserta dengan alamat terjauh berasal dari Lempongsari dengan jarak sekitar 1,6 kilometer.

Di sisi lain, proses seleksi turut menghadirkan pengalaman tersendiri bagi para orang tua. Salah satunya Bahtiar yang mengaku sempat diliputi rasa khawatir saat mendaftarkan putrinya, Serlin, lulusan SMPN 1 Semarang.

Meski tempat tinggal mereka di kawasan Manyaran, Semarang Barat, berjarak sekitar tiga kilometer dari sekolah tujuan, keluarga akhirnya memilih memanfaatkan jalur nilai TKA.

"Saya sendiri pasrah, cemas. Karena dari prestasi, anak saya langsung terpental. Terus saya masukan lewat nilai TKA. Allhamdulillah masuk. Makanya siang ini langsung saya urus verifikasinya," kata dia.

Rekomendasi