Banjir Probolinggo Rendam Tiga Desa di Sumberasih, Ketinggian Air Capai 1 Meter
Hujan lebat memicu banjir Probolinggo di Kecamatan Sumberasih, merendam puluhan rumah dan menutup akses jalan. Simak detail dampak dan penanganan bencana ini dari BPBD Probolinggo.
Sejumlah desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter pada Sabtu petang. Bencana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam, menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi sejak pukul 15.00 WIB hingga petang. Kondisi ini mengakibatkan air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Banjir Probolinggo ini berdampak pada tiga desa di Kecamatan Sumberasih, yakni Desa Lemahkembar, Banjarsari, dan Ambulu. Beruntungnya, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden bencana alam ini, meskipun kerugian material masih dalam tahap pendataan.
Dampak Banjir pada Permukiman Warga
Data sementara yang dihimpun oleh BPBD Probolinggo menunjukkan bahwa setidaknya 32 rumah warga terdampak banjir. Namun, proses pendataan masih terus berlangsung untuk memastikan jumlah pasti rumah yang terendam dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir Probolinggo ini. Pihak berwenang terus berupaya mengumpulkan informasi lengkap di lapangan.
Tim dari BPBD Kabupaten Probolinggo bersama instansi terkait telah bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Mereka melakukan asesmen awal dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Penanganan darurat ini diharapkan dapat mempercepat surutnya genangan air dan meringankan beban masyarakat.
Oemar Sjarief menegaskan komitmen pihaknya untuk menangani banjir di Kecamatan Sumberasih secara sigap. "Kami bergerak cepat untuk menangani banjir yang melanda Kecamatan Sumberasih, sehingga diharapkan bisa segera surut," ujarnya.
Gangguan Akses Jalan dan Imbauan Keselamatan
Selain merendam permukiman, hujan deras di Kabupaten Probolinggo juga menyebabkan genangan banjir di ruas jalan Desa Kedungdalem-Desa Dringu. Area ini, khususnya Dusun Krajan Bandaran hingga depan Balai Desa Dringu, tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua.
Kondisi genangan air yang cukup tinggi berpotensi mematikan mesin kendaraan roda dua, sehingga sangat berbahaya bagi pengendara. Oemar Sjarief mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi area tersebut sementara waktu. "Pengendara agar menggunakan jalur alternatif yang tidak tergenang," pesannya.
Pihak berwenang terus memantau kondisi jalan dan akan menginformasikan jika akses sudah kembali normal. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam menghadapi dampak banjir Probolinggo ini, sehingga semua pihak diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sumber: AntaraNews