Banjir Rob Rembang Terjang Tiga Desa Pesisir, Puluhan Rumah Terdampak
Banjir Rob Rembang melanda tiga desa pesisir di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyebabkan genangan air hingga 30 cm, merendam puluhan rumah, dan menimbulkan kerugian material, serta memicu ancaman abrasi. Simak detailnya.
Banjir rob menerjang tiga desa pesisir di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Sabtu pagi. Peristiwa ini menyebabkan genangan air signifikan di permukiman warga serta akses jalan desa. Dampak kejadian ini mengganggu aktivitas harian masyarakat setempat.
Genangan air mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, dipicu oleh pasang air laut yang tinggi. Air laut meluap hingga merendam ruas jalan desa serta sejumlah rumah penduduk. Situasi ini menciptakan tantangan bagi warga pesisir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mencatat tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat bencana ini. Meskipun demikian, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta. BPBD terus memantau kondisi di lokasi terdampak.
Dampak Meluas Banjir Rob di Desa Pesisir Rembang
Di Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, genangan air mencapai ketinggian 20 hingga 30 sentimeter. Air rob merendam setidaknya lima rumah warga. Selain itu, jalan desa sepanjang sekitar 150 meter juga ikut tergenang.
Sementara itu, Desa Sumurtawang di Kecamatan Kragan juga tidak luput dari terjangan banjir rob. Sebanyak delapan rumah warga terdampak di desa ini. Lima rumah di antaranya mengalami kerusakan pada bagian dinding bangunan.
Tiga rumah lainnya di Desa Sumurtawang terdampak genangan air tanpa kerusakan struktural. Meskipun genangan air masih terjadi di beberapa titik hingga Sabtu siang, aktivitas masyarakat dilaporkan tetap berjalan normal. Warga berupaya beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Ancaman Abrasi dan Langkah Respons BPBD Rembang
Selain banjir rob, ancaman abrasi juga menjadi perhatian serius di Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan. Abrasi yang terus berlangsung semakin mendekati kawasan permukiman warga di wilayah pesisir desa tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang.
Untuk mengatasi dampak rob dan abrasi, BPBD Kabupaten Rembang segera melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak. Koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah desa setempat. Langkah ini bertujuan untuk memahami skala permasalahan dan merumuskan respons yang tepat.
BPBD Kabupaten Rembang juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan balai wilayah sungai terkait langkah penanganan lanjutan. Penanganan sementara belum direkomendasikan saat ini. Balai wilayah sungai pusat dijadwalkan melakukan pemetaan pada Senin (8/6) sebagai bagian dari rencana pembangunan tanggul laut permanen.
Sumber: AntaraNews