Aksi Bersih Sampah Medan: Pemkot Kumpulkan 28 Ton Sampah pada Hari Lingkungan Hidup
Pemerintah Kota Medan sukses menggelar Aksi Bersih Sampah Medan, mengumpulkan 28 ton sampah pada peringatan Hari Lingkungan Hidup, menegaskan komitmen menjaga kelestarian alam dan mencegah bencana.
Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, berhasil mengumpulkan sedikitnya 28 ton sampah dalam sebuah aksi gotong royong massal. Kegiatan ini diselenggarakan serentak di seluruh kecamatan di wilayah tersebut dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup.
Wakil Wali Kota Zakyuddin menyatakan bahwa aksi ini merupakan bagian utama dari puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kota Medan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Sebanyak 19 ribu peserta dari berbagai elemen masyarakat turut serta dalam kegiatan bersih-bersih ini. Aksi ini dilakukan di lingkungan kerja organisasi perangkat daerah serta di sejumlah bantaran sungai.
Pentingnya Aksi Bersih Sampah di Medan
Wakil Wali Kota Zakyuddin menekankan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum krusial bagi seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah agar lebih peka terhadap kelestarian alam di sekitar mereka.
Kegiatan Aksi Bersih Sampah Medan ini merupakan salah satu upaya pemerintah kota. Ini untuk mendorong masyarakat agar proaktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Zakyuddin juga menyebutkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim". Tema tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak hanya berwacana, tetapi juga bertindak nyata.
Ia meminta seluruh masyarakat, termasuk organisasi perangkat daerah, untuk senantiasa menanamkan kebersihan dalam diri. Hal ini penting demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat bagi semua.
Dampak Lingkungan dan Pencegahan Bencana
Zakyuddin secara tegas mengingatkan elemen masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Terutama, pembuangan sampah di sungai dapat merusak lingkungan secara signifikan.
Praktik buruk tersebut berpotensi besar mengakibatkan bencana banjir yang merugikan. Ia menyoroti pentingnya kesadaran kolektif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
"Kita masih ingat banjir 2024 dan 2025 terjadi di tanggal dan bulan yang sama," ujar Zakyuddin. Ia menambahkan bahwa hal itu bukan tidak mungkin terulang kembali jika masyarakat tidak berbenah dan menjaga lingkungan.
Oleh karena itu, ajakan untuk menjaga lingkungan menjadi sangat relevan dan mendesak. Ini demi menghindari terulangnya bencana alam yang disebabkan oleh kelalaian manusia.
Kolaborasi dan Hasil Nyata Aksi Bersih Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi, menjelaskan bahwa aksi gotong royong ini melibatkan partisipasi yang sangat besar. Sebanyak 19 ribu peserta dari berbagai latar belakang turut serta dalam kegiatan ini.
Aksi bersih-bersih ini dilaksanakan secara serentak di berbagai lokasi strategis. Termasuk di lingkungan kerja organisasi perangkat daerah masing-masing serta di sejumlah bantaran sungai.
"Kita melibatkan 19 ribu peserta dan berhasil mengumpulkan 28 ton sampah," ungkap Melvi. Angka ini menunjukkan skala dan efektivitas kolaborasi dalam upaya menjaga kebersihan kota.
Keberhasilan Aksi Bersih Sampah Medan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan masyarakat. Ini dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk masa depan.
Sumber: AntaraNews