Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang Probolinggo, BPBD Imbau Warga Waspada
Cuaca ekstrem melanda Probolinggo, menyebabkan puluhan rumah rusak akibat angin kencang Probolinggo. BPBD Probolinggo segera turun tangan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Puluhan rumah di Desa Phosangit Leres, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (7/2) petang, sebagai dampak dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat. Hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai angin kencang menjadi pemicu utama kerusakan tersebut.
Kerusakan tidak hanya menimpa rumah warga, tetapi juga fasilitas umum di desa tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo telah melakukan pendataan dan asesmen terhadap dampak bencana ini. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian angin kencang ini, namun kerugian material cukup signifikan.
Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Oemar Sjarif, menyatakan bahwa timnya telah bergerak cepat untuk memastikan kondisi warga terdampak baik-baik saja. Pihak berwenang juga terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan jika terjadi kejadian serupa.
Dampak Kerusakan Akibat Angin Kencang Probolinggo
Angin kencang yang melanda Desa Phosangit Leres menyebabkan kerusakan bervariasi pada puluhan rumah. Menurut data dari BPBD Probolinggo, kerusakan tersebut dikategorikan mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Petugas di lapangan telah mendata secara rinci setiap rumah yang terdampak bencana alam ini.
Di Dusun Bringin, tercatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Sementara itu, di Dusun Kukun, delapan rumah juga dilaporkan rusak. Seluruh rumah yang terdampak berada di Desa Phosangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo.
Selain rumah tinggal, fasilitas umum juga tidak luput dari dampak cuaca ekstrem ini. Musala Sirojulfalah dan bangunan SPPG mengalami kerusakan ringan. Kerusakan pada fasilitas publik ini menunjukkan luasnya jangkauan dampak dari angin kencang yang terjadi.
Respons Cepat BPBD dan Imbauan Kewaspadaan
Menanggapi bencana angin kencang di Probolinggo, BPBD Probolinggo segera membentuk tim reaksi cepat. Tim ini bertugas melakukan pendataan dan asesmen dampak cuaca ekstrem di Desa Phosangit Leres. Fokus utama adalah memastikan keselamatan warga serta mengidentifikasi tingkat kerusakan rumah dan fasilitas umum.
Oemar Sjarif menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana angin kencang tersebut. Meskipun demikian, BPBD Probolinggo terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana serupa.
Pihak BPBD Probolinggo juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memantau perkembangan situasi. Jika terjadi kejadian serupa, warga diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat desa atau BPBD. Langkah ini penting guna mempercepat penanganan dan meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi.
Sumber: AntaraNews