44 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem Kota Serang, BPBD Imbau Warga Waspada
Cuaca ekstrem Kota Serang menyebabkan 44 rumah warga rusak, ribuan rumah terendam banjir, dan pohon tumbang. BPBD Kota Serang imbau warga waspada dan telah melakukan penanganan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, melaporkan bahwa cuaca ekstrem telah menyebabkan kerusakan pada 44 unit rumah warga hingga Jumat. Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut, memicu berbagai kerusakan.
Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menjelaskan bahwa kerusakan meliputi struktur bangunan yang roboh dan rumah yang tertimpa pohon tumbang. Tim BPBD telah bergerak cepat untuk melakukan asesmen dan penanganan di lokasi terdampak.
Selain kerusakan rumah, bencana hidrometeorologi ini juga mengakibatkan banjir yang merendam 1.629 rumah serta 11 kejadian pohon tumbang di jalur protokol. Total 1.809 kepala keluarga atau 6.544 jiwa terdampak langsung oleh serangkaian kejadian ini.
Dampak Kerusakan Meluas di Enam Kecamatan
Dampak kerusakan akibat cuaca ekstrem Kota Serang tersebar merata di enam kecamatan, yaitu Kasemen, Cipocok Jaya, Walantaka, Curug, Serang, dan Taktakan. Total 44 unit rumah mengalami kerusakan dengan jenis yang bervariasi.
Kerusakan yang tercatat mulai dari atap dapur yang ambruk, dinding yang roboh, hingga kerusakan pada bagian depan rumah warga. Kecamatan Walantaka menjadi salah satu wilayah dengan laporan kerusakan yang cukup banyak.
Di Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, beberapa rumah mengalami kerusakan pada bagian dapur dan atap setelah diterjang cuaca buruk pada Senin (12/1). Angin kencang dan hujan lebat menjadi pemicu utama kerusakan ini.
Selain itu, beberapa rumah juga dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Taktakan dan Kasemen, di mana pohon tumbang menimpa bagian atap dan dapur milik warga.
Respons BPBD dan Bencana Hidrometeorologi Lain
Menyikapi bencana cuaca ekstrem Kota Serang, Tim BPBD Kota Serang segera menerjunkan personelnya ke lapangan. Mereka melakukan asesmen kerusakan dan membantu penanganan di lokasi kejadian.
Penanganan yang dilakukan meliputi evakuasi pohon tumbang dan asesmen rumah yang roboh, serta pendataan menyeluruh untuk wilayah yang terdampak. Langkah ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Lebih lanjut, cuaca ekstrem tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah tetapi juga banjir yang merendam 1.629 rumah. Sebelas kejadian pohon tumbang di jalur protokol turut memperparah kondisi.
Total warga yang terdampak rangkaian bencana hidrometeorologi ini mencapai 1.809 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 6.544 jiwa. Meskipun demikian, banjir di beberapa lokasi sudah mulai surut, memungkinkan warga untuk membersihkan rumah masing-masing.
Imbauan BPBD untuk Peningkatan Kewaspadaan
Mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis, BPBD Kota Serang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini khususnya ditujukan bagi warga yang bermukim di daerah rawan bencana.
Selain itu, masyarakat yang memiliki pohon besar di sekitar rumah juga diminta untuk lebih berhati-hati. Potensi angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang dan menimpa bangunan.
Peningkatan kewaspadaan ini diharapkan dapat meminimalisir dampak lanjutan dari cuaca ekstrem yang mungkin masih terjadi. Kesiapsiagaan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi potensi bencana.
Sumber: AntaraNews