AHY Tinjau Program Pendidikan, Permukiman, dan Infrastruktur di Yogyakarta
Kunjungan tersebut meliputi peninjauan pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo, penataan kawasan permukiman Mrican di Sleman dan Kampung Lampion Kotabaru.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/4) untuk meninjau sejumlah program strategis yang mencakup sektor pendidikan, permukiman, hingga infrastruktur konektivitas.
Kunjungan tersebut meliputi peninjauan pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo, penataan kawasan permukiman Mrican di Sleman dan Kampung Lampion Kotabaru, serta progres proyek Jalan Tol Prambanan–Purwomartani yang terhubung dengan koridor Jogja–Solo.
Staf Khusus Menko Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan kunjungan ini bertujuan memastikan implementasi program berjalan sesuai rencana serta sejalan dengan arah pembangunan nasional.
"Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terfokus pada proyek infrastruktur berskala besar, tetapi juga menyentuh aspek fundamental seperti pendidikan, kualitas permukiman masyarakat, dan kesejahteraan rakyat," ujar Herzaky.
Dalam agenda tersebut, AHY memberikan perhatian khusus pada pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo sebagai program prioritas untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
"Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung sekolah, melainkan membangun harapan, memutus rantai kemiskinan, dan menyiapkan generasi masa depan yang berdaya saing," lanjutnya.
Selain sektor pendidikan, AHY juga meninjau program Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB) melalui penanaman pohon di sepanjang ruas Jalan Tol Prambanan–Purwomartani. Program ini bertujuan menghadirkan infrastruktur yang ramah lingkungan, mendukung konservasi air, serta meningkatkan kualitas kawasan perkotaan.
Permukiman Kumuh
Penataan kawasan permukiman kumuh di Mrican, Sleman, serta Kampung Lampion Kotabaru juga menjadi fokus kunjungan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, serta mendorong aktivitas ekonomi warga.
Pembangunan Jalon Tol
Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Prambanan–Purwomartani sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah di DIY dan Jawa Tengah, menurunkan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Melalui kunjungan ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam mendorong pemerataan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur besar, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.