Seorang pelajar di Bantul bernama Ilham Dwi Saputra (16) tewas usai dikeroyok oleh sekelompok orang di Bantul, DIY. Pengeroyokan ini terjadi pada Selasa (14/4) lalu. Korban dinyatakan meninggal dunia usai sepekan dirawat di rumah sakit.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan pihaknya masih memburu lima pelaku penganiayaan dan pengeroyokan hingga menewaskan korban. Kelima pelaku ini diduga melarikan diri usai melakukan penganiayaan dan pengeroyokan pada korban.
Saat ini pihak Satreskrim Polres Bantul telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap kelima orang pelaku tersebut.
"Tim Satreskrim Polres Bantul juga menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan melakukan pengejaran terhadap 5 (lima) pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya berdasarkan keterangan dari dua pelaku yang telah diamankan," kata Rita, Rabu (22/4).
Rita membeberkan saat ini pihak Polres Bantul telah mengamankan dua pelaku pengeroyokan. Keduanya, sambung Rita, dilakukan penahanan di Polres Bantul.
"Sat Reskrim Polres Bantul berhasil mengamankan 2 (dua) orang pelaku penganiayaan terhadap korban dengan identitas pria berinisial BLP (18) asal Kretek, Bantul dan pria YP asal Bambanglipuro, Bantul," tutur Rita.
Diberitakan sebelumnya, ayah Ilham, Sugeng menceritakan bahwa pada Selasa malam, anaknya dijemput oleh dua pemuda yang mengendarai sepeda motor sekitar pukul 22.00 WIB.
Saat itu, Sugeng mengaku sudah tertidur dan tidak menyadari anaknya keluar rumah.
Berdasarkan keterangan salah satu teman korban yang mengikuti, IDS sebelumnya dibawa ke belakang SMAN 1 Bambanglipuro oleh sejumlah kakak kelas dan kelompoknya.
Kemudian, IDS dibawa oleh dua orang berbeda ke Lapangan Gadung Mlati. "Menurut rekannya, di sana anak saya sudah ditunggu sekitar 10 orang. Ia hanya sempat ditanya soal ikut geng, kemudian langsung dikeroyok," ujarnya.
Saat ditemukan, tubuh IDS dilaporkan mengalami kekerasan yang sangat parah menggunakan selang dan pipa paralon.
Selain itu, tubuh korban juga disundut api rokok sehingga mengakibatkan luka serius. Ketika dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, korban IDS tidak sadarkan diri dan kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu malam.
Sugeng juga menjelaskan bahwa penyiksaan oleh pelaku tidak berhenti di situ. IDS yang sudah tidak berdaya bahkan disebut dilindas sepeda motor berulang kali.
Advertisement
Telinga Korban Turut jadi Sasaran
Seorang pelaku juga diduga sempat hendak melukai telinga korban, tetapi dicegah oleh temannya yang mengikuti dari belakang.
"Waktu sudah pingsan, masih mau dipotong telinganya, tetapi temannya berhasil merebut gunting," ungkap Sugeng.
Advertisement
Dihukum Setimpal
Atas kejadian ini, Sugeng mengatakan pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut ke polisi disertai dengan hasil visum anaknya. Ia berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum berat.