Ribuan Rumah Terdampak Banjir Situbondo dan Angin Kencang
Banjir Situbondo dan angin kencang melanda sembilan kecamatan, menyebabkan ribuan rumah warga terdampak. BPBD Situbondo masih terus melakukan pendataan dan penanganan bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melaporkan ribuan rumah warga terdampak bencana banjir bandang dan angin kencang. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (7/3) malam, tersebar di sembilan kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, menyatakan bahwa sembilan kecamatan yang terdampak meliputi Banyuglugur, Jatibanteng, Bungatan, Panji, Besuki, Mlandingan, Kendit, Suboh, dan Situbondo. Hujan deras disertai angin kencang berlangsung sekitar lima jam.
Bencana ini tidak hanya merendam rumah, tetapi juga mengakibatkan puluhan pohon tumbang. Pohon-pohon tersebut menimpa rumah warga di berbagai wilayah Situbondo.
Dampak Luas Banjir dan Angin Kencang di Situbondo
Timbul Surjanto menjelaskan bahwa data sementara menunjukkan ribuan rumah terdampak banjir luapan sungai dan angin kencang. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan instansi terkait masih melakukan penanganan pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) juga turut serta dalam upaya penanganan bencana. Proses pendataan jumlah pasti korban dan kerusakan akibat banjir Situbondo ini masih terus berlangsung.
Hujan deras yang mengguyur Situbondo selama kurang lebih lima jam menjadi pemicu utama terjadinya bencana. Kondisi ini diperparah dengan tiupan angin kencang yang menyebabkan banyak pohon roboh.
Trauma Warga dan Wilayah Terdampak Banjir Situbondo
Salah seorang warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Rahmawati, mengungkapkan trauma mendalam. Ia mengaku banjir kali ini lebih besar dibandingkan sebelumnya, memaksa keluarganya menyelamatkan diri.
BPBD Situbondo merinci enam kecamatan mengalami banjir luapan air sungai. Di Kecamatan Banyuglugur, dua desa terdampak yaitu Desa Kalianget dan Desa Banyuglugur.
Di Kecamatan Besuki, lima desa terdampak yakni Desa Kalianget, Besuki, Kalimas, Bloro, dan Pesisir. Kecamatan Jatibanteng meliputi Desa Jatibanteng dan Wringin Anom.
Sementara itu, Kecamatan Mlandingan terdampak di Desa Selomukti dan Sumberpinang. Desa Bungatan di Kecamatan Bungatan serta Desa Klatakan dan Kendit di Kecamatan Kendit juga mengalami dampak serius.
Rincian Wilayah Terdampak Banjir Luapan Sungai
- Kecamatan Banyuglugur: Desa Kalianget dan Desa Banyuglugur.
- Kecamatan Besuki: Desa Kalianget, Desa Besuki, Desa Kalimas, Desa Bloro, dan Desa Pesisir.
- Kecamatan Jatibanteng: Desa Jatibanteng dan Desa Wringin Anom.
- Kecamatan Mlandingan: Desa Selomukti dan Desa Sumberpinang.
- Kecamatan Bungatan: Desa Bungatan.
- Kecamatan Kendit: Desa Klatakan dan Desa Kendit.
Sumber: AntaraNews